Cakrawala News
Portal Berita Online

Mahasiswa KKN Undip di Kebumen Ciptakan Pestisida Nabati dan Olahan Herbal Bunga Telang

0 138

SEMARANG, CAKRAWALA.CO– Mahasiswa Undip asal Kebumen, Jawa Tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim 2 Undip 2020, di kampung halamannya, 15 Juli -15 Agutus lalu. Para peserta KKN yang berjumlah 40 mahasiswa harus melaksanakan kegiatan mandiri, dengan membuat 2 program mono disiplin yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dosen Pembimbing Wilayah Kebumen, Dyah Wijaningsih menyatakan program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan di Undip tersebut, digelar sebagai sumbangsih Undip melalui para mahasiswa dalam memberikan kontribusi kepada daerahnya masing-masing, khususnya kiat warga dalam menghadapi pandemi covid 19.

“KKN dengan tema Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis Pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tersebut menuntut para mahasiswa peserta KKN mampu memberikan solusi atas masalah-masalah yang ada ditengah masyarakat sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing”, kata Dyah, Selasa (18/08).

ads bukopin

Hendi Nursodik, mahasiswa Program Studi Agribisnis misalnya, melaksanakan KKN di desa asalnya, yaitu Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupeten Kebumen. Hendi memiliki 2 program monodisiplin, yaitu sosialisasi dan pembagian modul pemanfaatan marketplace untuk penjualan gula jawa dan edukasi pembuatan pupuk organik cair mol dan pestisida nabati untuk meningkatkan produksi tanaman sayuran skala rumah tangga dimasa pandemi covid-19.

“Sebagian warga di Desa Srati, Kecamatan Ayah memproduksi gula jawa. Sehingga melalui sosialisasi dan edukasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatannya di saat berlangsung pandemi covid-19 ini ”, kata Hendi.

Modul Pemanfaatan Aplikasi E-Commerce untuk Penjualan Gula Jawa berisi tentang langkah-langkah memasarkan produk hasil pertanian khususnya gula merah kelapa, di tiga e-commerce terpopuler di Indonesia, yakni shopee, tokopedia, dan bukalapak. Selain itu modul ini juga berisi tentang materi strategi pemasaran meliputi cara pengemasan, labeling, dan penetapan harga agar bisa bersaing dengan produk serupa.

“Adanya modul terkait pemanfaatan aplikasi e-commerce untuk penjualan gula merah kelapa diharapkan mampu menjadi pedoman bagi masyarakat khususnya desa Srati agar dapat memasarkan gula merah kelapa ataupun hasil pertanian yang lain melalui media digital”, tutur Hendi.

Desa Srati juga dikenal memiliki tanah yang subur dan cocok ditanami sayuran. Agar produksi sayuran yang dihasilkan petani dapat optimal, tanpa mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengancam kesehatan tubuh, Tim KKN mendorong perlunya diproduksi pupuk organik. Menurut Hendi, melalui program kedua, yaitu pembuatan pupuk organik cair mol (mikro organisme lokal) dan pestisida nabati buatan sendiri, bisa menekan ongkos produksi.

“Bahan pupuk organik cair, mudah didapat yaitu berbahan dasar nasi basi serta pestisida nabati yang berbahan dasar daun pepaya.Karena itu petani tidak perlu mengeluarkan kocek banyak untuk membeli kebutuhan pupuk”, kata Hendi.

Para peserta sangat antusias mengikuti sosialisasi dan penasaran ingin mencobanya. “Kami baru tahu ternyata cara membuatnya sangat sederhana dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Setelah mengikuti pelatihan, saya akan mencoba membuat pupuk organik ini dan akan digunakan untuk memupuk tanaman sayuran yang saya tanam di halaman rumah”, kata Ibu Suratmi, warga Warga desa Srati.

Primarita, mahasiswa Fakultas Ilmu Eknomi dan Studi Pembangunan Undip, mempunyai program menarik, yaitu pembuatan produk olahan dari bunga telang untuk warga RW 04 Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen. Bunga telang memiliki banyak manfaat, seperti memperkuat antibody sehingga mampu menangkal virus, mengatasi diabetes dan meningkatkan kecerdasan.

Bunga telang dipercaya memiliki banyak manfaat, seperti memperkuat antibody, mengatasi diabetes dan meningkatkan kecerdasan.

Pelatihan digelar saat berlangsung pertemuan ibu-ibu PKK, dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan. Agar materi yang disampakan bisa diserap dengan baik, peserta dibagi buku panduan dan contoh produk olahan dari bunga telang yang sebelumnya diciptakan. Peserta program semangat mendengarkan materi yang disampaikan, dan berharap program seperti ini sering diadakan untuk meningkatkan semangat ibu-ibu melakukan kegiatan yang produktif.

“Kami mendukung program yang diselenggarakan KKN Undip ini, karena memberi manfaat bagi warga untuk berani mencoba mencari peluang berusaha”, kata Ibu Nurhayati, anggota PKK Desa Kebumen.

Aneka produk olahan dari bunga telang

Kepada para peserta pelatihan, Primarita juga membagikan bibit bunga telang kepada warga RW 04, sebanyak 50 bibit yang disemai dalam 25 pot. “Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan program dalam jangka panjang. Kami ingin menciptakan suatu hal yang dapat diangkat menjadi icon atau maskot wilayah RW 04 Kelurahan Kebumen”, kata Primarita.

Diharapkan kelak dapat menjadi ide bisnis menjanjikan dan produk olahan bunga telang mampu menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Selain diolah menjadi minuman teh, bunga telang juga bisa dibuat menjadi olahan makanan ringan.

Koordinator KKN Wilayah Kabupaten Kebumen, Zaki Naufal menyatakan dengan KKN di desa sendiri ini memberikan motivasi bagi kami para mahasiswa untuk mengabdikan diri di kampung halaman masing masing. “Dengan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan selama mengikuti perkulihaan di kampus, kini saatnya para mahasiswa menerapkan ilmunya untuk dibagikan kepada masyarakat”, kata Zaki. (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.