Mahasiswa Jawa Timur Mengecam Hal-hal yang Bersifat Inkonstitusional

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Sesungguhnya Persatuan dan Kesatuan adalah yang paling utama dan di atas segalanya. Pada sejatinya hal tersebut menjadi fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut menjadi identitas sekaligus karakter Bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Perwakilan Koordinator Wilayah Tapal Kuda Aliansi Mahasiswa Se-Jawa Timur. Hendra Prayogi.

“Kejadian-kejadian yang tidak mencerminkan identitas dan karakter Bangsa tentu sangat di sayangkan. Beberapa waktu yang lalu kita sama-sama menyaksikan peristiwa yang tidak sepatutnya terjadi,” lugas Wapresma Untag Banyuwangi tersebut. Minggu, (26/5/2019) di Surabaya.

Di waktu yang sama, Eko Pratama selaku Koordinator Wilayah AREK Aliansi Mahasiswa Se-Jawa Timur mengatakan, penyampaian aspirasi yang mulanya dikemas secara tertib dan damai tiba-tiba tersulut. Yang mulanya tertib menjadi tidak tertib. Mulanya damai menjadi kacau balau.

“Dari kacamata intelektual tentu hal tersebut bukan hanya sekadar kebetulan terjadi begitu saja. Hal tersebut sangat disayangkan dan menjadi catatan kurang baik yang dapat mencacati sejarah demokrasi Bangsa Indonesia,” terang Wapresma UWK Surabaya ini.

Bukan hanya sejarah demokrasi saja, tidak menutup kemungkinan akan berdamak luas kepada tercorengnya indentitas dan karakter Bangsa.

Oleh karena itu, melalui Koordinator Aliansi Mahasiswa Se-Jawa Timur Cahya Nugeraha Robimadin, Aliansi Mahasiswa Se-Jawa Timur menyatakan :

1. Kami menegaskan bahwa, Persatuan dan Kesatuan adalah identitas sekaligus karakter Bangsa Indonesia yang menjadi fundamental dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga mari berpikir bersama betapa mahal harga Persatuan dan Kesatuan dibanding gengsi, ego dan nafsu yang menjerumuskan.

2. Kami mengutuk keras terhadap aksi-aksi anarkis yang terjadi, yang mengancam keutuhan serta tidak mencerminkan identitas sekaligus karakter Bangsa Indonesia.

3. Kami mendesak kepada pihak-pihak yang berwajib untuk tetap konsisten dalam menindak dan mengungkap seluruh elemen yang terlibat, baik pihak pelaku hingga aktor intelektual yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Kami mengimbau, kepada seluruh mahasiswa untuk turut mengambil peran menjalankan fungsi-fungsi mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Kami mengimbau, kepada seluruh mahasiswa dan seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi terhadap hal-hal yang memecah belah Bangsa.

6. Kami mengingatkan bahwa negara kita telah memiliki aturan dan konstitusi yang berlaku. Sehingga mari kita kawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara ini sesuai dengan aturan dan konstitusi tersebut.

7. Kami mengecam terhadap hal-hal yang bersifat inkonstusional.

8. Aliansi Mahasiswa Se-Jawa Timur akan selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami menegaskan bahwa sikap dan langkah yang kami lakukan adalah murni atas dasar kesadaran kami sebagai agent of control jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana mestinya,” tutup Presiden BEM Unesa tersebut. (ari/wira)

Facebook Comments
%d bloggers like this: