Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Mahasiswa Demo Tolak Pengeboran Gas dan Minyak di Sidoarjo

0 7

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sidoarjo. Melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Pemkab Sidoarjo. Mereka menuntut kebijakan Pemkab memberikan ijin Minarak Berantas Gas, INC melakukan pengeboran di wilayah Tanggulangin dan Porong.

Mereka menganggap masyarakat di kawasan lima desa di Kecamatan Tanggulangin ada 7 titik pengeboran diantaranya di Desa Kedung Banteng, Kalidawir, Banjarasri, Penatar Sewu, dan Banjar Panji. Warga di desa tersebut tidak menghendaki adanya pengeboran.

13 tahun yang silam tragedi bencana luapan lumpur Sidoarjo yang menyembur di Desa Siring Kecamatan Porong tersebut masih membuat trauma masyarakat. Dengan kejadian tersebut puluhan mahasiswa itu mengharapkan bahwa perijinan pengeboran untuk di evakuasi kembali.

Menurut korlap aksi, Immawan Didin, mengatakan bahwa, 13 tahun yang silam bencana lumpur lapindo terjadi, nanum hingga kini tidak kunjung dituntaskan. Yang pasti semakin membuat masyarakat Sidoarjo sangat gelisah akan peristiwa tersebut. Belum lagi saat ini kembali dilakukan pengeboran.

“Namun saat ini kejelasan eksploitasi di Sidoarjo ini seakan-akan, tidak ada aturan yang mengikat. Dan dianggap sebagai ladang pemasukan di Kabupaten Sidoarjo. Serta masyarakat tidak mendapat pengembang dan pemberdayaan secara setimpal,” kata Immawan kepada wartawan dilokasi unjuk rasa, Selasa 10 Desember 2019.

Surat mahasiswa. (Foto/Win)

Immawan menambahkan, dalam UU ESDM Bab XII pasal 38 menjelaskan bahwa pengembangan dan pemberdayaan itu selama mada proses produksi hingga pasca tambang. Dan dalam hal peningkatan kapasitas produksi wajib meningkatkan biaya program pengembang dan pemberdayaan masyarakat.

Pihaknya kembali mengingatkan bahwa peristiwa eksploitasi tersebut sangat merugikan masyarakat. Hal ini dinilai bajwa Sidoarjo tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, dengan adanya pengeboran yang dirasa bisa menimbulkan Bencana Lumpur Jilid II.

“Kami menolak pengeboran yang dilakukan Minarak Berantas Gas, INC. Menolak terjadinya eksploitasi di Sidoarjo. Dan berharap memperketat aturan eksploitasi di Sidoarjo,” jelas Immawan.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Saifuddin menemui mereka. Setelah mendapat penjelasan dari wakil bupati para mahasiswa tersebut membubarkan diri dengan tertib.

Menurut Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Saifuddin mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi mahasiswa di Sidoarjo telah menyampaikan aspirasinya tentang perijinan eksplorasi itu. Aspirasi para mahasiswa, itu logis. Karena musibah yang terjadi 13 tahun rata-rata masyarakat banyak Yang trauma.

“Intinya saya menerima dengan baik demo yang dilakukan para mahasiswa. Tetapi materi tuntutan akan kita kaji bersama dan akan saya usulkan ke Pak Bupati dan Sekda agar nantinya ada forum bersama yang membahas tentang tuntutan tersebut,” tandas Cak Nur panggilan akrab Pak Wabup.

Ditambahkan oleh Cak Nur, yang utama kegiatan eksplorasi harus sesuai aturan yang ada yang kedua harus bermanfaat untuk masyarakat Sidoarjo dan yang terkahir kita harus memperhatikan suara-suara dari masyarakat dalam hal ini mahasiswa.

“memang secara logika tidak heran orang-orang masih traumatic atas peristiwa yang pernah terjadi saat itu bencana lumpur Sidoarjo. Saya janjinkan kepada teman-teman mahasiswa untuk kita bertemu lagi di forum yang resmi dengan Pak Bupati dan pihak-pihak terkait,” Tegas Cak Nur. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: