Cakrawala News
Portal Berita Online

Maestro Seni Tari dari 7 Negara Bakal Kolaborasi di ISI Yogyakarta

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO –  Sebuah event seni pertunjukan berkelas internasional akan berlangsung di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jalan Parangtritis Sewon Bantul, Yogyakarta, selama dua hari Kamis dan Jumat (15-16/11/2019).

Acara bertajuk International Collaboration The Interrupted Dream Series “Journey to a Dream” and “In Search of a Dream” Southeast Asia Touring ini melibatkan seniman dari tujuh negara.

Selain Indonesia sebagai tuan rumah, hadir pula seniman tari dari Hongkong, Taiwan, Singapura, Jepang, Thailand dan Kamboja.

Menurut rencana, event internasional tersebut akan dibuka Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Setelah digelar di Yogyakarta, event ini akan digelar di ISI Denpasar Bali pada 19 November 2019 serta di Salihara Jakarta 22 November 2019.

Bambang Pujasworo koordinator acara di Yogyakarta pada konferensi Pers di Rektorat Kampus ISI Yogyakarta, Kamis (11/11/2019), mengatakan acara ini merupakan kolaborasi internasional antar negara.

“ Dalam event ini ISI Yogyakarta lebih bersifat memberikan fasilitasi. Pertunjukan ini gratis,” ujarnya didampingi Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Yogyakarta, Siswadi maupun Mahendra Bhiwara selaku project manager.

Bagi Yogyakarta, lanjut Bambang, event tersebut memiliki benefit tersendiri. Tak hanya pementasan, digelar pula workshop internasional sebagai ajang bertukar pengalaman. Workshop bisa diikuti oleh seniman dari sanggar-sanggar di provinsi ini, koreografer maupun kalangan akademisi.

Secara kebetulan event itu bersamaan waktunya dengan rangkaian kegiatan Dies ke-35 ISI Yogyakarta yang berlangsung selama setahun.

“Kerja sama internasional seperti ini bagi ISI sangat penting. Kita berharap rangking universitas naik. Tahun 2018, ISI Yogyakarta berada pada posisi 17 besar dunia,” imbuhnya.

Melalui teleconference, Didik Nini Thowok yang sedang berada di Singapura menegaskan, khusus di Yogyakarta pertunjukan yang berdurasi 1,5 jam ini gratis. Sedangkan pertunjukan serupa di Jakarta kemungkinan penonton dikenai tiket masuk.

“Proyek ini merupakan hasil kerja sama dengan Zuni Ecosahidron Hongkong, Dinas Kebudayaan DIY, ISI Yogyakarta, ISI Denpasar Bali, Salihara Jakarta dan sponsor maupun donatur,” ungkap Didik Ninik Thowok.

Didik menceritakan kilas balik kerjasama budaya internasional dimana pementasan ini diawali kolaborasi pada 2016 di Nanjing dengan Sun Yijun seorang artist Kunqu Opera dari China.

“Danny Yung dari Zuni Icosahedron Hongkong mengundang saya dalam acara itu,” kata dia.

Danny bersama Makoto Sato membuat proyek yang disebut TOKI Proyek bertema pertunjukan kolaborasi mengangkat cerita Peony Pavillion sebuah opera China yang sangat terkenal.

“Saya menyampaikan ketertarikan mempelajari Opera China yang akhirnya terlaksana pada tahun 2018. Saya belajar di Taiwan atas bantuan Danny dari Zuni Icosahedro Hongkong,” imbuhhya.

Proyek ini pun akhirnya berkembang sampai sekarang dengan tema Interrupted Dream dan masih bersumber dari Peony Pavillion Opera China.

Pertunjukan berlangsung di beberapa kota antara lain Nanjing Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapura, Jepang.
Beberapa artis yang terlibat kolaborasi antara lain dari Nanjing, Shanghai, Hongkong, Taipei, Jepang, Singapura, Thailand, Cambodia. Sedangkan dari Indonesia selain Didik Nini Thowok ada juga Bagus Matsasupa dan Liswati.
Bagi Yogyakarta, kata Didik, pertunjukan ini sangat bermanfaat sekaligus sebagai sarana belajar para seniman di kota ini.

” Proyek kolaborasi ini fokus pada pertukaran budaya antara Indonesia dan China yang menekankan dua hal yaitu pertukaran budaya lewat bahasa dan melalui gerak tubuh. Tujuannya adalah mengikat budaya Indonesia dan China. Meski ada perbedaan akan dicari kesamaannya di antaranya melalui seting panggung, iringan musik dan lainnya,” Terang Didik .

Sejumlah master seni pertunjukan yang ikut ambil bagian pada gelaran International Collaboration The Interrupted Dream Series “Journey to a Dream” and “In Search of a Dream” Southeast Asia Touring, rata-rata memiliki nama besar.

Selain Danny Yung dan Didik Nini Thowok, juga ada penari kontemporer tradisional Phnom Penh, Nget Rady, penari kontemporer sekaligus koreografer dan pemain teater terkenal dari Tokyo, Makoto Matsushima.
Kemudian, Soultari Amin Farid dan Sabrina keduanya dari Singapura, Nattapon Wannaun/Guide dari Bangkok, Khong Chun Kit/Jason Kong dari Hongkong serta Chao Hsin dari Taiwan.***( Okta/ Santosa )

%d bloggers like this: