Cakrawala News
Portal Berita Online

LPG 3 Kg Langka Dipasaran, Pemda Akan Tindak Pedagang Nakal

0 10

ACEH UTARA-CAKRAWALA.CO-Momen Idul Adha 1441 ternyata dimamfaatkan sejumlah oknum pedagang nakal yang menjual LPG 3 Kg diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan sejak sepekan terakhir kelangkaan gas melon tersebut langka dipasaran terutam di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Warga mengaku sangat terbebani dengan situasi saat ini, apalagi ditengah Pandemi Corona.Harga satu tabung elpiji ukuran 3 kilogram ini selain langka, harganya mencekik leher masyarakat kecil, karena dijual hingga mencapai Rp 35 ribu/tabungnya.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, melalui Plt Sekda Ir Risawan Bentara, MT, Jum’at (7/8) kepada wartawan mengatakan, melambungnya harga LPG 3 Kg hingga Rp 35000 itu akibat ulah nakal pedagang yang memanfaatkan momen Idul Adha.

ads bukopin

“Oknum pedagang pengecer atau kios yang mencari keuntungan pribadi yang memanfaatkan situasi, di mana kebutuhan terhadap LPG 3 Kg meningkat tajam menghadapi Hari Raya Idul Adha,” kata Risawan.

Perbuatan oknum pedagang pengecer atau pemilik kios dimaksud adalah salah dan tidak dibenarkan. “Seharusnya yang berhak menjual LPG 3 Kg bersubsidi kepada masyarakat miskin dan usaha mikro adalah Sub-Penyalur (Pangkalan) dengan harga HET Rp.18.000 per tabung,” tegas Risawan, didampingi oleh Kabag Humas Setdakab Aceh Utara Andree Prayuda, SSTP, MAP.

Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM membentuk tim melakukan pemantauan dan pengawasan ke lapangan. Bupati Aceh Utara lanjutnya, telah berbuat dan sangat respek terhadap pengaduan masyarakat tentang kelangkaan gas LPG 3 Kg dan harga jual sesuai HET.

Bupati H Muhammad Thaib telah menginstruksikan kepada Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Utara dan kepada Bagian Perekonomian Setdakab Aceh Utara, agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap penyaluran gas LPG 3 Kg.

“Dalam waktu dekat kita akan bentuk Tim Pengawas Gas LPG 3 Kg agar penyaluran gas LPG 3 Kg tepat sasaran kepada pengguna, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro,” tegas Risawan.

Pihaknya berharap, jika ada yang menjual di atas harga HET apalagi mencapai Rp.35.000 per tabung, mohon dicatat siapa yang menjual, siapa yang membeli, dan lokasinya di Aceh Utara di kecamatan mana. Jika informasinya jelas dan lengkap, pasti akan diambil tindakan oleh jajaran terkait,” tegas Risawan.

Apabila ada Sub-Penyalur (pangkalan) yang menjual gas LPG 3 Kg kepada bukan pengguna LPG 3 Kg, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro, atau menjual gas LPG 3 Kg di atas HET, maka akan dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

“, “Seharusnya kalau sebagai pengguna LPG 3 Kg harus memiliki kartu kendali dan namanya tercatat di dalam Log Book Pangkalan,” Ungkapnya.

Menurut Risawan, Pemkab Aceh Utara telah berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina, yakni Sales Branch Manager Wilayah III PT Pertamina Aceh, bahwa dalam rangka menghadapi hari-hari besar keagamaan Pertamina telah menambah penyaluran gas LPG 3 Kg kepada masyakarat miskin dan usaha mikro melalui penyalur dan sub-penyalur sebesar 10 persen dari hari-hari biasa.(MS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.