Cakrawala News
Portal Berita Online

LIRA Akan Tempuh Jalur Hukum, Akibat Ada Purnawirawan TNI AL Meninggal Ditolak Dimakamkan di TPU Desa

0 281

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Dampak dari Pandemi covid-19 membawa ketakutan berlebihan. Sehingga ketika ada warga yang meninggal sampai harus ditolak di makamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa setempat oleh Kaur Kesra.

Hal tersebut diungkapkan oleh Titik (51) warga RT 21/RW 05, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran.
Merasa kecewa oleh sikap diskriminasi yang dilakukan oleh Kaur Kesra, Sauri yang melarang ketika Almarhum suaminya Sutrisno, Purnawirawan TNI AL akan dimakamkan di TPU Desa setempat.

“Suami saya meninggal waktu itu tanggal 15 Juni 2020 malam. Karena tidak diperbolehkan dimakamkan di Desa akhrinya saran dari Pak Moden Sauri harus di makamkan di pemakaman di TPU Delta Praloyo khusus covid. Padahal suami saya meninggal karena sakit bukan coronoa. Dan syaa ada bukti ijin dari RSAL Surabaya jika suami saya bisa dimakamkan dimana saja,” Ungkap Bu Titik.

ads bukopin
Dedy Indaryadi, Bupati LSM LIRA Sidoarjo

Ditambahkan oleh Titik, dia mengaku sudah menunjukan bukti ke Kaur Kesra Desa, jika suaminya meninggal bukan karena covid-19. Namun tidak di hiraukan dan tetep ditolak.

“Mungkin yang disampaikan oleh Pak Moden itu aturan dari Desa dia mewakili desa akhirnya saya pasrah. Karena saya lagi bersedih dan berfikir tidak jernih saat itu. Saya pun Ikhlas,” ujarnya.

Namun ironisnya setelah 7 hari kematian suami Bu Titik, ada warga yang meninggal namun boleh dimakamkan di TPU Desa setempat.

Titik pun protes ke Kaur Kesra melalui telpon. Dan di jawab : “Mbak sampeyan jangan tersingung yaa…ini ada perturan baru dari Pak Lurah karena Kaji Mahmud penduduk pribumi dan tokoh masyarakat,” Ujar Titik menirukan pembelaan dari Kaur Kesra.

Titik pun tersinggung karena merasa warga ber- KTP Desa Pagerwojo. Namun mengalami diskriminasi oleh sikap Kaur Kesra Sauri.

Sementara itu Kades Pagerwojo, Ahmad Mulyanto saat dikonfirmasi mengatakan. Saat itu saya dihubungi oleh Pak Siswanto purnawirawan TNI untuk mengurus ijin pemakaman rekanya Almarhum Sutrisno.

“Saya bilang, yaa… di toto sesuai prosedurnya bagaimana. Saya tidak mengatakan boleh dimakamkan di sini atau tidak boleh,” ujarnya.

Kemudian Kades konfirmasi ke Kaur Kesra, dan mengecek tidak ada masalah dan sudah di makamkan di TPU Delta Praloyo.

Lalu setelah pemakaman saya didatangi oleh Bu Titik, Istri dari Almarhum Sutrino tanya ke saya. Kenapa suaminya tidak boleh dimakamkan di TPU Desa. Padahal negatif covid-19.

Kades bertanya ulang. Kenapa tidak mencari Kepala Desa, “saya tidak boleh sama pak moden, katanya pak moden bisa mewakili Kades,” kata Kades menirukan penjelasan kronologis dari warganya Bu Titik.

Pak Kades Pagerwojo, menambahkan jika pihak keluarga meminta pemindahan pemakaman suami Bu Titik dari Delta Praloyo ke TPU Pagerwojo. Dirinya mengatakan tidak bisa memberikan ijin karena diluar wewenangnya. “Ada prosedurnya sendiri, yang saya tau proses pengurusan minta ijin kepada dinas terkait,” Tambah Kades.

Sementara itu, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sidoarjo akan mengambil sikap akan menempuh proses hukum. “pihak istri dari Almarhum Sutrisno sudah datang ke LIRA dan meminta kuasa. Jadi kita akan tindak lanjuti ke rana hukum, kepada Moden Desa yang se-enaknya tanpa koordinasi dengan Kades menolak pemakaman di Desa,” tutur Dedy Indaryadi,  Bupati LIRA Sidoarjo. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.