Cakrawala News
Portal Berita Online

LIPPS Akan Laporkan ke Bawaslu Paslon yang Tidak Patuh Prokes

0 52

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Viral di media sosial Pasangan Calon (paslon) Nomor urut 01, Bupati dan wakil Bupati, Bambang Haryo Soekartono (BHS)- Taufiqulbar asyik berjoget diatas panggung bersama sejumlah penyanyi dan juga di ikuti para pendukungnya.

Diketahui acara tersebut di gelar di Garasi Bus Pratama di Desa Becirongengor, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/10/2020) malam.

Dalam pemberitaan di medsos tersebut menunjukkan Paslon yang didukung Partai Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PPP tersebut tampak asyik berjoged di atas panggung dengan sejumlah biduan yang di ikuti sejumlah pendukungnya di depan panggung.

ads bukopin

Atas viralnya pemberitaan tersebut, Lembaga Independen Pengawas Pemilukada Sidoarjo (LIPPS) sangat menyayangkan jika ada seorang calon pemimpin yang malah membahayakan masyarakatnya.

BHS joget dikerumuni pendukung dan massa

“Ini masih musim pandemi covid-19 sangat menyayangkan jika ada calon bupati melibatkan massa dalam pertunjukkan musik dangdut apalagi sampai melepas masker,” Ujar Sekertaris LIPPS Chamim Putra Ghafoer, Senin 12 Oktober 2020.

Ditambahkan Koordinator LIPPS Kabupaten, H. Sidiq “Kita LIPPS akan melaporkan paslon yang mengumpulkan massa namun tidak mentaati prokes ke Bawaslu Sidoarjo. Sebab di massa pandemi ini kegiatan kampanye yang tidak patuh prokes bisa membahayakan masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut,” tegas H. Sidiq, yang didukung oleh Dewan Penasehat, Didik Purwanto dan Hadi Putranto serta Ketua Samsul, akan melaporkan ke Bawaslu, Selasa 13 Oktober 2020 ke kantor Bawaslu.

Sebagai Lembaga Independen yang mendapat rekom KPU, LIPPS akan terus memonitor pergerakan paslon yang melanggar aturan yang berlaku.

Sementara itu Kordiv Pengawasan Bawaslu Sidoarjo, Mohammad Rasul menegaskan jika terkait dugaan adannya indikasi pelanggaran paslon  BHS-Taufiqulbar yang viral di Medsos pihaknya akan menindak lanjuti dengan memanggil Panwas Kecamatan untuk memastikan apakah ada pelanggaran atau tidak.

“Hari selasa kami akan memanggil Panwascam untuk menindak lanjuti berita dan video yang viral di medsos tersebut.

Setelah pemanggilan Panwas Kecamatan, kami akan lakukan kajian awal, jika terbukti memenuhi unsur pelanggaran akan ditindaklanjuti ke pelanggaran,” Pungkas Mohammad Rasul.

Diketahui pada PKPU NO.13 TAHUN 2020 TENTANG PILKADA DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19, yang mana pada pasal 88C PKPU Nomor 13 Tahun 2020, partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan atau pihak lain dilarang melaksanakan kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf g. Kegiatan yang diatur dalam pasal 57 huruf g tersebut yakni, rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan atau konser musik, kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai dan atau sepeda santai. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.