Cakrawala News
Portal Berita Online

Lihat Guru Tak Pakai Masker,Walikota Solo Gibran Kembali Meninggalkan Mobil Dinasnya

0 322

 

Solo Cakrawala.Co,-Lantaran melihat ada guru dan siswa sekolah melanggar protokol kesehatan,Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka kembali meninggalkan mobil dinas Toyota Innova berstiker tengkorak bernomor AD 1 A  di SD Nusukan Barat 113, Jl Sriwijaya 6 Nusukan Solo.

 

 

 

 

 

Aksi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninggalkan mobil dinasnya di lokasi bermasalah bukan kali ini saja, Gibran sebelumnya pernah beberapa kali meninggalkan mobil dinasnya di sejumlah lokasi,seperti di depan Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. di Tempat Pemakaman Umum (PTM) Cemoro Kembar Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Ketiga,Gibran meninggalkan mobil dinasnya di depan SMK Batik 2 Solo Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Karena sekolah tersebut nekad akan menggelar PTM, padahal saat itu Kota Solo masih berada di level empat.

Dan hari ini,Selasa (9/11/2021), putra Presiden Jokowi itu memarkirkan Toyota Kijang Innova putih berplat AD 1 A di depan Sekolah Dasar (SD)Negeri Nusukan Barat 113 Banjarsari.

Mobil yang ditempel stiker tengkorak itu terparkir di halaman sekolah, menghadap selatan atau membelakangi ruang kelas.

Di Balai Kota Solo,Gibran mengaku sengaja meninggalkan mobil dinasnya di sekolah. Penyebabnya banyak siswa dan guru di sekolah tersebut yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

“Do ra nganggo (tidak pakai) masker guru dan siswa. Kebetulan saya mau ke Balai Kota lewat sana,” ujarnya.

Gibran menegaskan, PTM harus dilaksanakan sesuai prosedur operasi standar (SOP). Ia menyesalkan guru yang seharusnya memberikan contoh pada murid malah tidak taat prokes.

Pemkot Solo pun telah melakukan tes swab kepada para siswa dan guru di sekolah itu. “Yang penting itu kan gurunya. Kalau guru tidak memberikan contoh yang baik, muridnya juga bakal seenaknya. Kita tunggu hasil swabnya saja,” tandasnya.

Sementara itu,Kepala SD Nusukan Barat 113 Solo, Sri Suramtini mengaku tidak tahu berapa banyak siswa dan guru yang di swab.”saya tidak tahu, karena tadi saya rapat. tapi semuanya hasilnya negatif,” ujarnya.

Di tempat terpisah,Lurah Nusukan Utik Sri Wahyuni membenarkan adanya pengambilan sampel swab murid dan guru di sekolah itu. Namun ia tak mengetahui terkait siswa dan guru yang tidak mengenakan masker.

“Saya tidak tahu. Kebetulan pas kejadian saya tidak di lokasi, saya sampai ke lokasi Pak Wali sudah pergi dan sedang dilakukan swab,” ucapnya.

Menurut dia, ada sekitar 60 orang yang terdiri dari guru dan murid menjalani tes swab. Dan hasilnya semua dinyatakan negatif.

“Saya sudah konfirmasi ke Kepala Puskesmas. Semua yang datang hari ini ke sekolah diswab dan hasilnya negatif,”pungkasnya.(Agung Bram).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.