Cakrawala News
Portal Berita Online

Lestarikan Aksara Lontara Sulawesi selatan, Ini Yang Dilakukan Hasan Sijaya

0 15

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Bukan hanya bahasa yang terancam punah, kini aksara-aksara di seluruh dunia juga terancam bahaya termasuk aksara lontara dari sulawesi selatan yang hingga kini mulai terkikis oleh zaman moderen, bahkan di sekolah pun sudah hampir punah terkikis oleh pelajaran bahasa inggris.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip provinsi Sulawesi selatan Mohammad Hasan Sijaya berinisiatif menyelenggarakan festival aksara lontara yang dapat membuat biudaya sulawesi selatan ini kembali di lestarikan dan bisa menjadi pokok perhatian pemerintah dan dunia.

Sejarah Aksara Lontara, juga dikenal sebagai aksara Bugis, aksara Bugis-Makassar, atau aksara Lontara Baru adalah salah satu aksara tradisional Indonesia yang berkembang di Sulawesi Selatan. Aksara ini terutama digunakan untuk menulis bahasa Bugis dan Makassar, namun dalam pekembangannya juga digunakan di wilayah lain yang mendapat pengaruh Bugis-Makassar seperti Bima di Sumbawa timur dan Ende di Flores dengan tambahan atau modifikasi.

Aksara Lontara ini merupakan turunan dari aksara Brahmi India melalui perantara aksara Kawi. Aksara Lontara aktif juga digunakan sebagai tulisan sehari-hari maupun sastra Sulawesi Selatan setidaknya sejak abad 16 M hingga awal abad 20 M sebelum fungsinya berangsur-angsur tergantikan dengan huruf Latin. Aksara ini masih diajarkan di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari muatan lokal, namun dengan penerapan yang terbatas dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya sebagai kepala dinas perpustakaan dan bahasa berusaha mengembalikan sejarah tentang aksara lontara yang ada di sulawesi selatan. maka dari itu kami dari Dinas Perpustakaan mencoba membuat event aksara lontara dengan bekerja sama dengan beberapa pihak dan mengundang beberapa ahli lontara dunia.” ungkap Hasan sijaya.

Hasan juga berharap jika adanya event ini, ia berharap jika aksara lontara bisa di munculkan dibebrapa publik area agar bisa mengenang sejarah sulawesi selatan sperti yang ada di beberapa negara maju seperti Jepang.

“dengan adanya event ini kita berharap setiap plant jalan dan beberapa ruang publik ataupun bandara hasanuddin bisa menggunakan tulisan aksara lontara agar para wisatawan ataupun pendatang dari luar sulawesi selatan dapat mengetahui aksara lontara itu seperti ini model tulisanya.” cetusnya.

Rencana festival aksara lontara ini akan diselenggarakan dengan live zoom dengan mengundang ahli aksara dunia dan beberapa budayawan, pemerintan daerah terkait, dan masyarakat umum. (Rez)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
2
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: