Cakrawala News
Portal Berita Online

Leadership ala Wakil Walikota Surabaya Armuji : Merangkul Generasi Muda Surabaya untuk Terus Menggali Potensi

0

Leadership ala Wakil Walikota Surabaya Armuji : Merangkul Generasi Muda Surabaya untuk Terus Menggali Potensi

Penulis : Richy Zahidulaulia Qur’any, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia

Armuji atau yang kerap disapa dengan panggilan “Cak Ji” adalah Wakil Walikota Surabaya yang mulai menjabat sejak 26 Februari 2001 mendampingi Walikota Surabaya Eri Cahyadi yang diusung dari Partai PDI-P. Kiprahnya di dunia perpolitikan sudah tidak bisa diragukan lagi terutama di Kota Pahlawan, di mana beliau menjabat sebagai DPRD Kota Surabaya sejak tahun 1999 sampai tahun 2019 silam dan dua kali mengetuainya.

Armuji selama kepemimpinannya ini dapat dikatakan sukses menggandeng dan menjaring serta mendukung anak muda untuk terus berkreasi khususnya untuk memajukan Kota Surabaya. Tak heran jika tak sedikit yang menjulukinya sebagai “Cacake Arek Suroboyo” dalam bahasa jawa yang artinya adalah “Kakaknya para pemuda Surabaya”.

Setiap wilayah atau daerah tentunya memerlukan pemimpin yang sesuai dengan karakteristik masyarakatnya, agar masyarakat dalam wilayah tersebut lebih mudah untuk diarahkan menjadi lebih baik. Jika kita kaitkan dengan teori model kepemimpinan, Armuji dapat dikatakan sebagai sosok pemimpin yang populis, di mana pemimpin populis dianggap sebagai pemimpin yang dapat menyatu dengan rakyat dengan membuat nilai dan tradisi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat sebagai acuan untuk memajukan wilayah kepemimpinannya (Gatot Suradji dan Engelbertus Martono dalam Zulkarnain 2017).

Dapat dilihat ketika beliau turut serta menjadi pemeran dalam film “Lara Ati” garapan sutradara Bayu Skak yang seluruh rangkaian pengambilan gambarnya berlokasi di Kota Surabaya. Selain itu, dalam film ini juga mengangkat kearifan lokal kota surabaya seperti tempat-tempat bersejarah, makanan khas, tradisi setempat, dan lain sebagainya.

Seorang Wakil Walikota yang sangat amat padat jadwalnya-pun mau untuk ikut menjadi aktor dalam sebuah film demi mengangkat nilai-nilai Kota Surabaya agar tetap terjaga dan tidak tergerus oleh zaman. Armuji yakin dan percaya kepada generasi muda Surabaya bahwa mereka dapat terus berkreasi untuk terus menggali potensi yang dapat dikembangkan dari Kota Surabaya.

Selain melalui film tersebut, Armuji dalam usahanya menggandeng generasi muda Surabaya juga membuat kanal Youtube yang bernama “Armuji”, di mana yang beberapa tayangan di dalamnya berbentuk podcast. Dalam podcast tersebut, beliau menghadirkan sosok-sosok yang inspiratif yang berasal dari berbagai latarbelakang seperti pengusaha, komedian, musisi, dan lain sebagainya yang diantaranya banyak yang termasuk generasi muda.

Rivai dalam Hamid (2020) mengatakan bahwa pemimpin yang dapat dikatakan demokratis memiliki beberapa karakteristik yang diantaeanya adalah dapat memprioritaskan kepentingan organisasi ketimbang kepentingan pribadinya, serta senang ketika mendengar saran, pendapat, dan bahkan kritikan dari dari orang lain yang dalam konteks pemimpin suatu daerah adalah masyarakat.

Melalui konten yang Armuji sajikan dalam kanal Youtubenya, beliau dapat dikatakan berhasil memiliki karakteristik tersebut, di mana beliau seringkali bertukar pikiran dengan narasumber yang diundangnya. Salah satunya ketika Armuji mengundang komika asal Surabaya Firza Falaza, yang mana Firza merupakan seorang generasi milenial asli Surabaya yang berkarir sebagai content creator pada salah satu kanal Youtube bernama Comedy Sunday. Di kanal tersebut banyak sekali konten-konten yang bertujuan untuk mengangkat budaya Jawa khususnya Surabaya yang dibalut dengan komedi. Armuji dalam podcast bersama Firza Falaza begitu mengaspirasi terutama para pemuda khususnya komedian yang ingin melestarikan budaya dengan segenap ide-ide kreatif mereka, karena masyarakat generasi muda dianggap akan lebih menerimanya.

Selain dari kalangan entertrainer, Armuji juga pernah mendatangkan narasumber seorang pembalap yang berasal dari kota pahlawan, yakni Gerry Salim. Gerry merupakan pembalap motor profesional dari tim Astra Honda yang sudah berlaga di kancah internasional. Gerry menceritakan kisah dan karirnya dari awal hingga dapat melaju di sirkuit-sirkuit Eropa. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak sekali bibit-bibit muda khususnya di Kota Surabaya yang berpotensi menjadi pembalap profesional dan berharap emerintah juga dapat berkontribusi untuk mendukung industri ini.

Armuji mengatakan bahwa beliau bersama Pemerintah Kota Surabaya siap mendukung penuh bibit-bibit muda ini untuk mendapatkan fasilitas untuk meraih cita-citanya. Melalui sirkuit Gelora Bung Tomo yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya nantinya akan menjadi wadah bagi anak-anak muda Surabaya untuk berlatih maupun mengadakan kompetisi untuk menjaring potensi yang dimiliki oleh para pemuda Surabaya.

Podcast yang dibuat oleh Armuji ini merupakan salah satu upayanya untuk mengedukasi dan memotivasi khususnya masyarakat Surabaya lebih khusus lagi para pemuda agar dapat terus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh diri masing-masing. Beliau yakin bahwa generasi muda lah yang akan meneruskan bangsa ini sehingga para pemuda harus dapat berinovasi dengan mempertahankan nilai positif dan kearifan lokal yang dimiliki.

Referensi :

Hamid, M. (2020). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Dan Pembagian Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Areso PT Kinara Gilang Semesta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surabaya).

Zulkarnain, A., & Harris, S. (2017). Fenomena Blusukan Dalam Model Kepemimpinan Politik Joko Widodo. POLITIK, 13(1).

Youtube Channel Armuji Wakil Walikota Surabaya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.