Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Larangan Mudik Lebaran Rugikan Pengelola PO Bus Gapuraning Rahayu Hingga Miliaran Rupiah

0 629

CIMAIS JABAR CAKRAWALA.CO – Pengusaha PO Bus Gapuraning Rahayu di Ciamis Jawa Barat mengeluhkan Kembali diberlakuknnya larangan Mudik Lebaran tahun ini. Dampak larangan tersebut PO Bus Gapuraning Rahayu dipastikan menderita kerugian hingga Miliaran rupiah.

Menurut Ekky Bratakysumah bagian personalia di PT. Gapuraning Rahayu pemilik dan operator PO Bus Gapuraning Rahayu saat ini pihaknya hanya mengoperasikan sebanyak 10 armada saja dari biasanya yang mencapai 70 armada.

“jelas kami telah merugi bukan hanya uamng kecil melainkan  mencapai miliaran rupiah. Momen Lebaran ini bagi kami adalah moment yang paling ditunggu-tunggu makanya dengan adanya larangan mudik jelas kami sangat terpukul,”ungkapnya kepada Junjun Budiawan wartawan cakrawala.co, Rabu (5/5/2021).

Ekky mengaku selama pandemi covid 19 pihaknya sudah tidak bisa lagi menghitung besarnya kerugian yang harus ditanggung selama ini.

“kami  meminta pemerintah tidak hanya melarang namun juga harus memberi solusi bagi pengelola otobus,”keluhnya.

Ekky juga menunjukan puluhan armada yang dikelolanya terpaksa harus dikandangkan karena tidak dapat  beroperasi demi mendukung aturan pemerintah selama hampir dua tahun pandemic covid 19.

“aturan larangan mudik lebaran tahun ini kembali memukul para pengusaha otobus dengan ribuan karyawannya. Padahal para pengusaha dan karyawan otobus tengah mencoba bangkit dengan harapan meraup untung untuk menutupi menurunnya operasional di masa pandemi dan  larangan mudik tahun kemarin, namun  kini malah makin memukul kami,”paparnya.

Ekky juga menyesalkan situasi larangan mudik lebaran malah kerak kali dimanfaatkan oleh bermunculannya travel gelap atau illegal.

“Kami berharap pemerintah bersama aparat penegak hukum bisa bersikap tegas menindak travel gelap yang sangat merugikan.  Namun yang terpenting bagi kami pemerintah tidak hanya melarang mudik namun memberikan solusi bagi pengelola PO Bus  agar tidak menanggung beban lebih berat akibat kebijakan pemerintah ini,”tukasnya.***Junjun Budiawan

Leave A Reply

Your email address will not be published.