Cakrawala News
Portal Berita Online

Laporkan Suami Karena Sajam, Kapolsek Campurdarat Tulungagung: Selesai dengan Restorative Justice

0 472

TULUNGAGUNG CAKRAWALA.CO – Belakangan ini masyarakat seringkali disuguhi kalimat Restorative Justice baik di media elektronik maupun media sosial.

Restorative Justice atau keadilan restoratif adalah sebuah proses dimana semua pihak yang berkepentingan dalam pelanggaran tertentu bertemu untuk menyelesaikan secara bersama-sama akibat dari pelanggaran tersebut demi kepentingan masa depan dengan menghadirkan pelapor dan terlapor dan terkadang juga melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum sehingga setiap permasalahan, tidak harus terus bergulir hingga ke pengadilan.

Seperti yang dilakukan Polsek Campurdarat Polres Tulungagung yang dalam hal ini telah melakukan Restorative Justice terhadap kasus antara pelapor Suliyep Yuniawati dengan terlapor Sumarji, Senin (21/06/2021).

Keputusan mengambil langkah Restorative Justice tersebut dilatar belakangi oleh karena, hubungan antara pelapor dan terlapor, merupakan pasangan suami istri.

Hadir dalam proses penyelesaian tersebut diantaranya, Wakapolsek Campurdarat Iptu H. Anwari, Kanit Reskrim Polsek Campurdarat beserta anggota, pelapor Suliyep Yuniawati, terlapor Sumarji, Kades Wates Bapak Nyono, Kades Pelem Bapak Muji Alam, saksi Gito dan saksi Agus Jatmiko.

Paur Subbag Humas Polres Tulungagung Iptu Nenny Sasongko, SH menjelaskan awal kronologis kejadian disebabkan kesalahpahaman pasutri tersebut.

Terlapor dengan mengemudikan mobil membuntuti pelapor yang tak lain adalah istrinya sendiri yang tengah mengendarai sepeda motor.

“Pelapor yang ketakutan, berhenti dan turun dari sepeda motornya. Melihat terlapor membawa parang, pelapor lari ke rumah warga dan kemudian pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Campurdarat,” jelas Nenny.

Ia menambahkan, selanjutnya terlapor dibawa ke Mapolsek Campurdarat Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan karena telah melanggar pasal 2 ayat (1) UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang tindak pidana membawa, memiliki, menguasai senjata tajam jenis pedang.

“Setelah pelapor dan terlapor dipertemukan, keduanya sepakat untuk berdamai dengan perjanjian yang sudah disetujui bersama dan disaksikan oleh pihak Kepolisian, Kades serta beberapa saksi,” ujarnya.

“Alhamdulillah, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Dan yang terpenting, pihak pelapor dan terlapor, bisa saling memaafkan dan tidak terjadi permusuhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Campurdarat Polres Tulungagung Iptu Triyanto SH saat dihubungi melalui telephone mengatakan, Restorative justice sebagai bentuk penyelesaian permasalahan yang memenuhi rasa keadilan.

“Kita coba formulasikan dengan baik sehingga rasa keadilan betul-betul dapat kita wujudkan,” tandasnya. (NN95/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.