Cakrawala News
Portal Berita Online

Lapindo Ngebor Lagi, Warga Desa Kedungbanteng Tagih Janji

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Sebelum Lapindo melakukan pengeboran di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Pihak Lapindo sekarang namanya Minarak Berantas Gas (MBG) sudah berupaya melakukan loby-loby atau pendekatan ijin ke warga agar tidak di demo.

Dari kelompok warga yang sudah dikulonuwoni pihak MBG diantaranya warga RT 6. Pendekatan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) sudah dikucurkan diantaranya Sembako dan pembangunan Mushola.

“Sebelum melakukan pengeboran lagi pihak Lapindo mendekati warga dengan CSR nya. Sebanyak tiga kali pembagian sembako dibagikan. Serta sumbangan sekitar Rp 150 juta rupiah untuk pembangunan mushola,” Kata Sugianto, Senin (24/2).

Sugianto yang masuk dalam tim 12, RT 6 Desa Kedungbanteng menambahkan tuntutan ke MBG berasal ketika menyerap aspirasi warga mengajukan 7 poin apabila Lapindo melakukan pengeboran lagi pada bulan November tahun 2019 silam.

Namun sayangnya dari 7 poin yang diajukan warga, 5 poin belum terealisasi. Diantaranya penyediakan gorong-gorong, tempat sampah beserta alat angkutnya, berupa sepeda motor tosa, pembuatan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan peninggian jalan.

“Tahun ini banjir terlama dan terparah di desa, dampak dari banjir banyak yang merasa dirugikan baik petani sawah dan petani tambak. Kebetulan saya ini penjual pupuk, akibat banjir penjualan menurun drastis. Karena lahan pertanian tidak bisa ditanami,” lanjut Sugianto.

Hal yang sama diungkapkan oleh H. Abdul Halim warga Desa setempat. Penyebab banjir salah satunya akibat pengurukan yang dilakukan oleh Lapindo.

“Dari rumah saya sekitar 200 meter pengurukan yang dilakukan oleh Lapindo. Disana Lapindo melakukan pengeboran gas dan minyak. Dilokasi baru pengeboran itu dulunya merupakan tempat resapan air. Sehingga sekarang banjir lama surutnya,” Ungkap H. Abdul Halim.

Sementara itu secara terpisah Humas MBG, Moch Iwan menjelaskan permintaan warga dalam bentuk proposal diajukan ke Minarak.

“Tapi permintaan itu tidak semua direalisasikan, tergantung dari kebijakan perusahaan. Mana yang lebih bermanfaat dan langsung bisa dirasakan oleh semua warga,” Tegas Iwan. (Win)

%d bloggers like this: