Cakrawala News
Portal Berita Online
ads riau 2

Lapas Kelas 1 Surabaya Dalam Pelayanan Semakin Terbuka dan Transparasi dengan adanya SDP

0 181

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Sistem Database Pemasyarakatan atau yang kita kenal dengan istilah SDP adalah mekanisme pelaporan dan konsolidasi pengelolaan data Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berfungsi sebagai alat bantu kerja sesuai kebutuhan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, Divisi Pemasyarakatan, dan Direktorat Jendral Pemasyarakatan.

Lapas Kelas 1 Surabaya (Latubaya) yang berlokasi di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mendapat kunjungan dari, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas). Yang secara langsung memonitoring terhadap pelaksaan sistem pra peladilan pidana terpadi berbasis Teknologi Informasi (IT) di Latubaya.

“Inisiatif Pemerintah yang di inisiasi oleh Bappenas mempunya tugas mengendalaikan dan memastikan bahwa SDP bisa berjalan. Dan saya melihat di Latubaya berjalan dengan baik. Kita bisa mengikuti atau memantau dari Hulu sampai hilir,” Kata Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas, Dewa Broto Joko Purtranto, Sabtu 10 April 2021

Variable SDP berjalan baik di Latubaya pertama digunakan untuk pertukaran data antar aparat penegak hukum data tersebut bisa digunakan sebagai dasar dalam mengambil kebijakan.

Dalam kegiatan Kunjungan kerja dan diskusi, selain Bappenas juga dihadiri Direktur Pelayanan Tahanan Pengelolaan Basan dan Barang, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Budi Sarwono. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Hanibal dan Direktur Teknologi dan Informatika diwakili Kasubdit Teknologi dan Informasi, Projo Huwono.

Pada kesempatan presentasi yang dilakukan Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya, Gun Gun Gunawan. Menjelaskan keungulan dan manfaat SDP : Mempercepat proses layanan pembinaan pemasyarakatan; Tersedianya database sidik jari WBP dan keluarganya; Tersedianya fungsi identitas resedivis Nasional; Mempercepat proses layanan penerimaan Narapidana; Mengontrol Overstaying; Mengetahui overcrowded di Lapas/Rutan; Memudahkan warga binaan untuk mengetahui secara mandiri dengan layanan self service.

“Dengan adanya SDP ini, akan mempermuda Update data. Kalo dulu masih konvensional/ manual membutuhkan waktu dalam proses pencarian. Ketika ada WBP bertanya satu klik dengan jempol yang bersangkutan bisa kita ketahui. Hak-hak untuk WBP, Kapan mendapatkan remisi, kapan bisa ajukan PB (Pembebasan Bersyarat) dan CB (Cuti Bersyarat),” Ujar mantan Kalapas Narkotika kelas II.a (Jelekong) Kabupaten Bandung.

Ditambahkan Gun Gun Gunawan, mudah-mudahan bisa memicu lagi rekan-rekan kita dan masyarakat atau keluarga WBP. Kami dalam peningkatan pelayanan sangat cepat. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.