Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

Lagi, Pembangunan Jembatan Hanya Pondasi Saja Lantaran Perencanaan Anggaran Tak Jelas

0 847

PONOROGO,CAKRAWALA.CO – Pembangunan jembatan yang hanya pondasinya ini kembali terjadi di Ponorogo yang tak tuntas lantaran tak jelas baik perencanaan anggaran dan pengerjaannyaanggarannya. Kali ini jembatan penghubung antara dusun mijil dan dusun mingging yang berada di desa Grogol Kecamatan Sawoo terpaksa harus gigit jari lantaran jembatan yang sudah dibongkar total tak terselesaikan di akhir tahun ini dan tidak bisa dilewati.

Dari pantauan Cakrawala.co jembatan yang baru dikerjakan pada bulan 20 Oktober melalui anggaran APBD tahun 2020 dengan nilai Rp 199.780.000 melalui CV. Kretek Graha Pinasthika dengan Kosultan CV. Duta Nirwana Konsultan dan itu hanya dikerjakan pada pondasi sebelah barat saja dan itu pun juga belum rampung, pada Senin 20 desember 2020.

Suryanto salah satu warga dusun Mijil, dalam keterangannya mengatakan,”untuk jembatan penghubun antara dua dusun ini awalnya masih bisa dilewati dan digunakan dengan baik oleh warga, tahu-tahu jembatan di bongkar dan ternyata gak jelas kelanjutannya,”katanya.

Suryanto juga menerangkan,”dengan kejadian ini warga ke dua dusun harus berputar sejauh 2 kilometer, bahkan ada warga yang nekat menyeberangi sungai dan memanjat tangga yang terbuat dari bambu yang sudah disediakan warga,”terangnya.

“Bahkan pembangunan jembatan dengan nilai ratusan juta tersebut untuk pembangunan jembatan nampak hanya dasar pondasinya saja dan itu pun tanpa adanya besi hanya cor coran pondasi saja bila dipegang ambyar seperti meremas krupuk serta terkesan asal asalan juga kurang kokoh dan kuat,”ungkapnya.

Suryanto juga menjelaskan bahwa warga akan patungan untuk membuat sesek sebagai jembatan pengganti,”bahkan warga ke dua dusun ini nanti terpaksa harus patungan per warga 15.000 untuk membeli bambu dan sesek yang nantinya akan dipergunakan untuk membuat jembatan darurat, bila menunggu sampai jadinya juga belum jelas sampai kapan. Ini jelas membuat warga merasa risau dan terganggu, karen ini merupakan akses penghubung dua dusun,”jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jamus Kunto saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan,”yang bisa menjawab dari Bappeda mas, sama seperti titik pekerjaan lain, pengolahan usulan sampai menjadi APBD oleh Bappeda,”ungkapnya.(Sus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.