Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Kurir Kelas Kakap Antarkan Sabu 5 Kilo, ke Surabaya Ditangkap Polisi

0 30

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Anggota Satgas Ditresnarkoba Polda Jatim meringkus seorang kurir sabu di sebuah halaman parkir sebuah mal di  Jalan Raya Sultan Hamengkubuwono X, Ujung Menteng, Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Pelaku bernama Hari Junanto (43) yang berdomisili di kawasan Sukomanunggal, Surabaya. Namun diketahui tinggal tak tetap di kawasan Pakal, Surabaya.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu, dengan berat fantastis, yakni sekira 5,32 kilogram.

Serbuk putih haram itu dibungkus dalam lima paket kemasan alumunium foil warna hijau. Kemasan model itu lazim digunakan sebagai wadah daun teh kering.

Lima paket sabu itu disimpan pelaku dalam sebuah mobil Daihatsu Grand Max bernopol B-1627-UKD.

Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis Maharagung Simanjuntak mengungkapkan, Hari Junanto dibekuk personelnya berdasarkan pengembangan dari tersangka sebelumnya, Dio Anggriawan.

Dio merupakan seorang kurir yang dibekuk petugas pada Januari 2020 silam, dengan barang bukti 10 kilogram sabu.

“Jadi kami laporannya dari Dio, yang sabu 10 kilogram. Jadi kami incar ‘kudanya’ (pelaku) yang lain, adalah ‘kudanya’ ini,” ujarnya, Selasa 7 Juli/2020.

Hari dibekuk saat hendak mengambil mobil yang di dalamnya terdapat lima kilogram sabu

Rencananya, ungkap Cornelis, Hari akan membawanya mobil beserta sabu itu ke Surabaya.

Dan setibanya di Kota Pahlawan itu, Cornelis mengungkapkan, Hari akan menerima perintah lanjutan dari seorang rekannya yang acap disebut bos saat menghubunginya melalui sambungan telepon dengan kontak pribadi (privat number).

“Dia mendekati, dapat perintah dari seseorang pakai privat number itu masuk ke parkiran giant, saat dia masuk ke mobil kita langsung lakukan penyergapan,” terangnya.

Perihal sosok lain yang disebut Hari dengan istilah ‘bos’. Cornelis mengaku masih melakukan pengembangan atas siapa sosok penggerak sang kurir.

Pasalnya, si bos yang disebut si kurir Hari, acap menelepon menggunakan privat number, dan juga kerap memaparkan instruksi yang sepenggal-sepenggal.

Namun dalam perintah pengiriman sabu yang berujung penyergapan di kawasan Cakung, Kota Jakarta Timur itu.

Cornelis mengungkapkan, si bos sempat memberikan uang saku terhadap Hari, dengan dua kali pengiriman uang melalui rekening dengan total Rp 5.5 Juta.

Pertama, senilai senilai tiga juta rupiah, yang kemudian digunakan Hari membeli ponsel. Kedua, Rp 2.5 Juta, sebagai ongkos tambahan karena uangnya habis selama perjalanan Surabaya-Jakarta.

“Setelah kita incar sehari dua hari, ternyata berpindah pindah, sampai dia kehabisan uang,” tuturnya.

Di singgung mengenai seluk beluk asal sabu itu dan rencana si kurir, setibanya Kota Surabaya; seandainya tak tertangkap petugas.

Cornelis belum bisa memaparkannya, karena proses penyidikan masih terus dikembangkan.

“Kami belum tahu. Dia kan dapat perintah buat dibawa ke Surabaya, nanti kan dia menunggu perintah,” tambanya.

Termasuk keberadaan mobil yang berisi sabu seberat lima kilogram itu.

Tidak tahu. Tugasnya ambil aja. Nah yang nyuruh si Hari ini masih kami DPO nih. Di ponsel itu atas nama bos. Jadi grand max itu kunci dan sabunya sudah ada di situ,” terangnya. (Lia/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: