Cakrawala News
Portal Berita Online

Kurangi Pengangguran, Pemkot Berdayakan Lahan Kosong dan Masyarakat Melalui Pelatihan

0 1,038

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pertambahan jumlah penduduk selalu diiringi dengan peningkatan jumlah pangan masyarakat. Tak hanya itu, semakin padat penduduk praktis semakin banyak pembangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia berakibat pada semakin sempitnya lahan.

Menyiasati lahan kosong agar tetap produktif dan mengelola kemandirian masyarakat, Pemerintah Kota Madiun bakal menanami dengan sejumlah bibit tanaman sayur dan buah-buahan yang peroleh dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina (Persero) Madiun.

Tak hanya bibit pohon, PT Pertamina juga memberikan alat Decomposser Sampah serta pelatihan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah daun menjadi pupuk. Hal ini diungkapkan Wali Kota Madiun, Maidi, saat menerima CSR dari PT Pertamina, sekaligus peresmian pelatihan, Selasa (31/8/2021), di RT 10 Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo-Kota Madiun.

“Kegiatan hari ini adalah pemanfaatan lahan tidak produktif yang ada di Kota Madiun, kita optimalkan menjadi produktif. Alhamdulillah, hari ini dapat CSR Dari Pertamina, yang nanti bisa langsung diimplementasikan. Di sini banyak sampah daun yang bisa diproses jadi pupuk, jadi tanaman yang kita tanam nanti pupuknya kita siapkan sendiri, dan akan ada pelatihannya dari PT Pertamina,” kata Wali Kota.

Wali Kota Madiun Maidi menerima CSR sekaligus meresmikan pelatihan 3R pemanfaatan decomposser sampah, warga RT 10 Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo-Kota Madiun.

Dikatakan Maidi, dengan bantuan bibit tanaman dan alat pengolahan pupuk ini berarti pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam hal produktivitas masyarakat dan pemberdayaan lingkungan. Menurutnya, masyarakat yang rajin beraktivitas cenderung lebih sehat daripada yang hanya diam saja. Melalui ini pula secara langsung mengurangi pengangguran, menambah aktivitas dan bisa meningkatkan penghasilan.

“Nanti ibu-ibu akan ada kesibukan lain yang bisa menghasilkan sesuatu, gak cuma ngelamun saja. Artinya, aktivitas yang kita lakukan akan melancarkan peredaran darah, dan otomatis kita akan lebih sehat. Kita hidup di kota tidak punya lahan yang luas, maka dari itu kita optimalkan pekarangan sempit yang kita punya agar bisa menghidupi kebutuhan sehari-hari,” ujar mantan Sekda Kota Madiun ini.

Maidi menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Kota Madiun bakal memperbaiki akses jalan, gorong-gorong air dan lain sebagainya untuk mempermudah akses warga, yang diperkirakan bulan Desember 2021 akan selesai. Maidi percaya, jika program pemberdayaan ini sukses maka akan menular ke tempat lain dan pengangguran menurun.

Diketahui saat ini, luas lahan yang dimanfaatkan di Kelurahan Madiun Lor sekitar 1.000 meter persegi, dan masih tersisa sekitar 3.000 meter persegi lagi milik pribadi yang belum temanfaatkan. Kedepan pihaknya bakal melakukan pendekatan dengan pemilik untuk memperoleh ijin pemberdayaan lahan.

“Nanti akan kita dekati, kalau boleh biar di sewa kemudian kita serahkan lingkungan untuk diberdayakan. Karena untuk hasil dari pemberdayaan lahan ini orientasinya bukan hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri dan lingkungan, melainkan dipasarkan di luar,” pungkas Maidi. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.