Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kurang Berhati-Hati Saat Hujan, Pengendara Motor Tersambar Kereta Api

MADIUN, JATIM, CAKRAWALA.CO- Disaat hujan lebat dan diduga tidak mengetahui akan ada kereta api lewat, seorang pengendara motor tewas setelah tersambar KA Kahuripan jurusan Blitar-Bandung, diperlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (27/11/2017).

Nasib tragis ini dialami Ninda Permatasari (18) warga Dukuh Krajan Desa Grobokan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Korban yang diketahui pelajar SMKN 2 Madiun ini ditemukan tak bernyawa setelah ditabrak dan terseret beserta motor yang dikendarai sekitar 30 meter oleh KA Kahuripan di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu Desa Klagen serut Kecamatan Jiwan.

Bahkan kendaraaan yang ditumpangi korban jenis Honda Vario 150 yang belum ada nopol nya tersebut hancur menjadi dua bagian dilokasi kejadian. Warga disekitar lokasi mengaku tidak tahu pasti awal mula kejadian tersebut karena disaat kejadian kondisi hujan lebat.

“Awal kejadian tidak tahu, saat itu kondisi hujan lebat dan tahu-tahu terdengar suara tabrakan keras dari arah perlintasan. Dan setelah hujan reda baru mendapat informasi jika ada seorang pengendara motor tertabrak kereta api,”ujar Jumari salah satu warga setempat saat dikonfirmasi dilokasi kejadian.

Petugas dari Satlantas Polres Madiun Kota dan Polsek Jiwan yang mendapat kabar kecelakaan tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Propinsi Dr soedono untuk dilakukan visum. Dan mengumpulkan keterangan saksi saksi untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

Sementara Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto saat dihubungi membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang diduga kurang hati hati dan tidak mengetahui ada kereta lewat saat melintas di perlintasan rel kereta api. Untuk itu pihaknya menghimbau agar setiap pengendara untuk selalu berhati hati dan selalu berhenti jika ada kereta api yang akan melintas.

“Sesuai UU no 22 tahun 2009 tentang LLAJ, pengendara wajib berhenti dan mengurangi kecepatan sebelum melintas di perlintasan sebidang KA,” kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto melalui pesan singkatnya.

“Utamakan kelesamatan diri anda, keluarga menunggu anda selamat sampai di rumah, sebab KA tidak bisa berhenti mendadak,”imbuh Supriyanto.

Sementara dari data yang ada, di wilayah Daop 7 Madiun yang meliputi beberapa kota/kabupaten, dari Ngawi hingga Blitar terdapat 310 perlintasan rel kereta api. Dari jumlah tersebut hanya ada 75 perlintasan yang terjaga.

Oleh karena itu diharapkan para pengguna jalan untuk selalu berhati hati setiap hendak melintas diperlintasan rel kereta api. (Wawan/Zen)

Facebook Comments
%d bloggers like this: