Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Kunjungan Kerja Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina di RSI Jemursari  

0 99

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Arzeti Bilbina, anggota komisi IX DPR RI, melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya. Selain bertemu dengan jajaran Direksi, Arzeti  menyalurkan bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil, Jumat 10 Januari 2020.

Bunda Arzeti sapaan akrab wanita yang sudah dua priode dipercaya masyarakat Daerah pemilihan (Dapil) Surabaya-Sidoarjo, mencari tahu persoalan BPJS Kesehatan yang ada pada rumah sakit di bawah naungan PBNU ini.

“Komisi sembilan merupakan mitra dari kementerian kesehatan, dalam kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka dari Kemenkes serta membahas terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sudah diberlakukan pada bulan Januari 2020. Temuan di Dapil nantinya akan disuarakan dalam rapat dengan kementerian kesehatan,” ujar Arzeti.

Arzeti bilbina selaku anggota komisi IX DPR RI Fraksi PKB Daerah pemilihan (Dapil) Surabaya-Sidoarjo menginginkan posisi dan jabatannya ini bisa dimanfaatkan oleh keluarga Nahdliyin.

Anggota DPR telah meminta agar kenaikan tarif BPJS Kesehatan peserta mandiri kelas III ditunda sampai pemerintah membenahi data atau melakukan data cleansing penerima bantuan iuran (PBI), namun tidak diindahkan.

Arzeti mengatakan bahwa ketidak sesuaian putusan komisi IX DPR RI terhadap penolakan naiknya iuran BPJS Kesehatan kelas III akan didiskusikan kembali dengan pihak kementerian terkait.

Rochadi Kardiyanto, SE.,MBA selaku Wadir Keuangan dan Umum mengatakan bahwa rumitnya sistem BPJS Kesehatan membawa dampak terhadap pelayanan yang ada di RSI. Bukan rumah sakitnya yang mempersulit sirkulasi pasien namun sistem BPJS Kesehatan yang membatasi gerak rumah sakit terhadap pelayanan pasien BPJS itu sendiri.

Bunda Arzeti melihat balita yang dirawat serta bertanya langsung ke keluarga pasien terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Selain itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mendiskusikan persoalan stunting. Meskipun dalam 5 tahun terakhir angka stunting telah berhasil diturunkan hingga 10 persen, tetapi stunting masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi masyarakat.

Stunting adalah kondisi tubuh seseorang yang mengalami tubuh lebih pendek dibanding dengan orang seusianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak bayi. Setiap orang tua pasti mendambakan anaknya menjadi anak yang sehat dan cerdas. Guna mewujudkan hal tersebut, hendaknya para orang tua menyadari bahwa kebutuhan gizi anak perlu dipenuhi sejak janin tumbuh dan berkembang di dalam kandungan.

“Program pemberian makanan tambahan (PMT) yang Saya salurkan dari  Kemenkes ini berupa biskuit dengan kandungan gizi yang tinggi yang diberikan untuk balita (usia 6-59 bulan) dan ibu hamil. Namun, meski biskuit ini gizinya sangat tinggi, menu makanan gizi seimbang tetap yang utama. Biskuit ini hanya sampingan (makanan tambahan). Artinya ibu-ibu tetap makan dan tetap harus memberikan makanan yang baik pula buat anak-anak”, jelas Arzeti.

Dalam kunjungan singkat ini, Arzeti Bersama jajaran rumah sakit RSI Jemursari, turut menyapa pasien anak di rawat inap dan rawat jalan juga di poli kandungan. Selain berdiskusi dan menggali informasi seputar isu kesehatan bersama beberapa  dokter dan perawat yang mendampingi, Arzeti juga menanyakan terkait kenaikan Iuran BPJS dan impilikasi terhadap pasien serta pelayanan rumah sakit.

Hal ini dilakukan guna menyerap aspirasi dan memahami permasalahan yang ada untuk dibawa dan disampaikan dalam rapat kerja Bersama jajaran kemitraan Komisi IX DPR RI. (Win)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.