Cakrawala News
Portal Berita Online

Kulon Progo Punya Pusat Pengembangan Tanaman Pangan dan Olahan

0

Kulon Progo,Cakrawala.co,– Luar biasa, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ) punya pusat pengembangan tanaman pangan dan pusat pengembangan olahan agro yakni Agrobiz Centre Banaran ( ACB ).

Lembaga ini digagas dan dimotori oleh sejumlah anak-anak muda yang ahli dan berpengalaman di bidang tanaman agro, serta olahan agro ( pangan ) terutama tanaman pangan yang berbasis organik ( non kimia ).

Lembaga ini secara resmi Senin (27/12) diresmikan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, dalam acara lounching Agrobiz Centre Banaran dengan upacara memecah kendi dan pemancangan papan nama, di Markas ACB Dusun VIII, Kenteng, Desa Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo.

Upacara Pecah Kendi ACB, dilakukan oleh Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Ir. Trenggono, disaksikan sejumlah tokoh masyarakat, sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kulon Progo, dan para petani muda milenial dari berbagai wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah teman-teman petani muda milenial yang tergabung di Agrobiz Centre Banaran ( ACB) barangkali ini yang pertama kali di wilayah ini, semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa, dan dunia pertanian tanaman pangan di wilayah kita,” ujar Trenggono usai memecah kendi.

Ia berharap, semua proses legalisasi segera diselesaikan, sehingga campur tangan pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, memiliki alas hukum yang kuat. Karena sehebat apapun karya ACB jika tidak disertai dengan legalisasi dan managemen yang baik, pemerintah tidak bisa ikut terlibat.

Karena ACB telah melakukan langkah yang keren, bahkan bisa dikatakan fantastik, dengan gagasannya membuat media cangkok Pampers Cangkok yang hasil ujicobanya cukup mencengangkan. “ Ini sangat bagus, membuat Pampers Cangkok dengan ramuan khusus yang bisa membuat cangkok lebih cerpat tumbuh akar. Ini perlu kita apresiasi, selamat semoga sukses senantiasa,” ujarnya.

Kemudian produksi kompos daun dambu, media tanam daun bambu, olahan agro yang bagus, dan upaya melestarikan banyak tanaman buah lokal yang hampir punah dengan tim cangkok yang sangat gigih, semua tenaga muda, menurut Trenggono, ini merupakan satu langkah luar biasa keren.

Sementara Ketua Agrobiz Center Banaran, Muh Zarngan, ketika dihubungi menyatakan, masih banyak gagasan para penggerak yang nota bene petani muda milenial di ACB yang belum dipublikasikan. Ide gagasan yang keren-keren tersebut diantaranya, membuat Swalayan Agro, yang berisi berbagai produk olahan agro lokal yang diproduksi oleh produsen lokal tetapi dengan standar produksi dan kemasan internasional.

“Ini cita-cita besar kami semua, kita ingin mencontoh Jepang, bagaimana semua produk pangan lokal sangat terlindungi pasarnya tetapi memang kualitasnya juga unggul, dan benar-benar bisa sejajar dengan produk impor,” kata Muh Zarngan.

Untuk mencapai tahapan tersebut, kini ACB membuat terobosan yakni dengan intensifikasi tanaman pangan berkualitas dengan cara memanfaatkan setiap lahan nganggur untuk budidaya tanaman pangan menggunakan metode ACB.

“Mohon doa dan dukungannya, ACB akan bermanfaat, maslahat untuk umat, untuk bangsa Indonesia, setidaknya untuk mendorong warga petani di wilayah ini memiliki semangat lebih maju dibanding pola bertani masa lalu, “ paparnya. (gon)

Leave A Reply

Your email address will not be published.