Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kronologis Terungkapnya Bisnis Piramida Q-Net oleh Tim Cobra Polres Lumajang

MADIUN, CAKRAWALA.CO-Bisnis Q-Net yang beralamat di Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, status Hukumnya kini berjalan. Muhamad Kariyadi ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana perdagangan sistem piramida, dan kini mendekam di Polres Lumajang.

Ditanya perihal bagaimana bisnis ilegal Q-Net ini bisa terungkap Tim Cobra Polres Lumajang, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra Mengatakan, berawal dari adanya laporan anak hilang di Polres Lumajang yang meminta tebusan sebesar 10 juta rupiah.

Lebih lanjut pihaknya melakukan penyeledikan, dan ditemukan anak yang dilaporkan hilang tersebut di tempat perekrutan Q-Net milik Muhamad Kariyadi. Dan diketahui bahwa anak tersebut tidak hilang, melainkan pergi dari rumah tanpa berpamitan kepada orang tuanya atas kemauan sendiri untuk bekerja di Madiun dengan bergabung di bisnis piramida milik Muhamad Kariyadi.

“Ternyata anaknya pergi sendiri untuk bekerja di Madiun dengan iming- iming gaji 3 juta rupiah perbulan. Kerjanya, mudah sekali karena hanya melakukan pencatatan,” kata Hasran.

Lebih lanjut AKP Hasran Cobra menjelaskan, dari sejumlah keterangan yang dikumpulkan, pihaknya mengetahui ada bisnis ilegal dibalik kasus laporan anak hilang ini. Terungkap untuk bisa bekerja di Q-Net mereka harus jadi member dengan membayar 7 sampai 10 juta rupiah dan mendapatkan Cakra (sejenis kaca yang diakui dapat menyembuhkan penyakit). Dari 10 juta yang disetorkan nilai barangnya hanya 13.1% sedangkan 86.9%  digunakan untuk permainan uang (money games).

Ditanya apakah dalam penindakan kasus semacam ini harus ada korban yang melapor terlebih dahulu atau tidak, AKP Hasran Cobra menjelaskan, Tidak perlu menunggu harus ada laporan dari korban.

“Tak perlu ada korban dulu yang melapor, namun bila kita mengetahui ada bisnis semacam ini, maka wajib hukumnya Kepolisian melakukan penindakan,” terang Hasran.

Diakuinya AKP Hasrun di Lumajang ratusan Korban memposting keluhan penipuan yang dilakukan oleh tersangka melalui sosial media sosial. pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang menjadi korban untuk melapor ke Polres setempat, atau bisa langsung melapor ke Polres Lumajang.

“Perihal pengaduan yang mereka (korban, red) buat, kami akan pilah – pilah terlebih dahulu,”pungkasnya. (ayu/win)

Facebook Comments
%d bloggers like this: