Cakrawala News
Portal Berita Online
idul cakrawala

KPID Jabar Protes Tayangan Rafi Ahmad Sebar Duit di TransTV

0 496

Jakarta, Cakrawala.co,- Komisi Penyarian Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat memprotes tayangan Trans TV yang memperlihatkan Rafi Ahmad menyebar duit di atas rig bersama koleganya. Adegan itu ada pada acara Ketawa Itu Berkah Trans TV pada 9 Mei 2022 yang ditayangkan live antara jam 18.26 hingga 19.45 WIB.

KPID Jabar menyatakan bahwa acara itu tidak mendidik, dan lebih pada memperlihatkan hedonisme. Dalam adegan itu juga ada kesan horor dan perilaku tidak pantas, apalagi tayangan ini disiarkan pada  jam tayangan remaja.

“Oleh karena itu kami akan sampaikan rekomendasi kepada KPI Pusat agar menegur lembaga penyiaran yang bersangkutan untuk tidak mengulangi lagi, dan mempertimbangkan kembali agar menayangkan acar yang  tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Kami juga melihat candaannya keterlaluan dan tidak pantas,” kata Dr. Adiyana Slamet, Ketua KPID Jawa Barat ketika menggelar rapat pleno darurat setelah mendapat laporan dari masyarakat (Kamis, 12/5/2022).

KPID Jawa Barat mengingatkan bahwa dalam pasal Standar Program Siaran Pasal 15 Ayat (1), bahwa Program siaran wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak dan/atau remaja. Juga  SPS Pasal 36 Ayat (4) bahwa Program siaran klasifikasi A dilarang menampilkan: huruf (d) muatan yang mendorong anak belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku yang tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Pasal Pasal 37 Ayat (4), Program siaran klasifikasi R dilarang menampilkan: huruf (a) muatan yang mendorong anak belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku yang tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari; huruf (c) materi yang mengganggu perkembangan kesehatan fisik dan psikis remaja, seperti: seks bebas, gaya hidup konsumtif, hedonistik, dan/ atau horror.

Sementara itu Komisioner bidang isi siaran Jalu Priambodo mengingatkan bahwa dalam situasi masih banyak ibu-ibu kesulitan ekonomi saat pandemi yang belum normal, maka tayangan yang memperlihatkan penyebaran uang itu sangat menyakitkan, dan menunjukkan tidak adanya empati kepada masyarakat. “Apakah tidak ada cara lain yang lebih elegan dan cerdas, yang dapat mendorong orang pada peningkatan kesadaran saling membantu dan menghindari tahayul,” katanya. (*).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.