Cakrawala News
Portal Berita Online

KPID Jabar Libatkan Askopis Awasi dan Apresiasi Siaran Ramadhan

0 178

Bandung, Cakrawala.co,- Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Jawa Barat melibatkan Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) untuk mengawasi siaran Ramadhan baik di televisi maupun radio yang bersiaran di Jawa Barat. Kedua lembaga ini juga akan memberikan apresiasi atau penghargaan kepada lembaga penyiaran yang menyiarkan program religi berkualitas.

Menurut Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan semesta yang melibatkan komunitas perguruan tinggi dalam mewujudkan siaran yang sehat di Jawa Barat. “Terutama dalam bulan ramadhan, semua lembaga penyiaran harus menyesuaikan diri dengan bulan suci, sehingga siaran Ramadhan menjadi sejuk dan mendorong kekhusyukan puasa,” katanya Rabu (7/4/2021).

Penandatanganan MOU KPID Jabar dan Askopis Pusat (dok)

Sementara itu Ketua Askopis Pusat Dr. Uwaish Fathoni, M.Ag pihaknya akan melibatkan dosen dan mahasiswa untuk memantau siaran Ramadhan di radio dan televisi, sekaligus sebagai bukti kolaborasi perguruan tinggi dengan KPID yang secara hukum memiliki legal standing sebagai lembaga negara independen yang mengatur dan mengawasi isi siaran. “Bagi kami ini merupakan bagian dari penelitian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

Untuk itu pada Selasa (6/4/2021),  KPID Jawa Barat dan Askopis melakukan penandatanganan kesepahaman bersama atau MOU (memorandum of understanding). Selanjutnya dilakukan  rapat teknis pemantauan antara Askopis Jawa Barat yang dipimpin oleh Dr. Mukhlis Aliyudin dengan KPID Jabar yang diwakili Kordinator Bidang Isi Siaran Sudama Dipawikarta dan Korbid kelembagaan Roni Tabroni.

Mukhlis Aliyudin menyatakan siap melibatkan 15 perguruan tinggi anggotanya yang memiliki jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, bahkan termasuk melibatkan pesantren Al-Aqsa Jatinangor Sumedang sebagai titik pemantau di Jawa Barat. (*).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.