Korban Pungli Kades Kedungpandan Mengaku Tambaknya Di Rusak Tetangganya

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Perkara korupsi Pungutan Liar (Pungli) yang menyeret Kepala Desa (Kades) Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Nur Aini terkait kepengurusan Sertifikat lahan tanah tambak milik Hj. Kartini warga Telocor Sidoarjo kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya hari Rabu 21 Agustus 2019.

Sidang yang digelar diruang Cakra tersebut dengan Hakim Ketua Cokorda Gede, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Wachid menghadirkan saksi yakni Hj. Kartini.

Dalam persidangan saksi menerangkan bahwa, saksi membeli tambak tersebut sejak tahun 2005-2006 kepada orang Pasuruan dengan berjalannya waktu saksi ingin mengubah dokumen kepemilikan tambak tersebut ke Sertifikat.

Selanjutnya, saksi menguruskan melalui Kades Kedungpandan, terdakwa Nur Aini dan terdakwa mengarahkan saksi untuk diurus Peta Bidang sambil memintah sejumlah uang puluhan juta. Setelah itu ditunggu-tunggu sampai beberapa tahun tidak kunjung selesai.

“Yuk tambak riko urusno Peta Bidang ae cek gak ono seng otek-otek (mbak tambak kamu uruskan Peta Bidang saja biar tidak ada yang mengganggu),” ungkap, saksi Hj.Kartini sambil menirukan ucapan terdakwa saat itu.

Selain itu saksi juga mengungkapkan awalnya ia melaporkan tentang pengurasakan lahan tambak miliknya seluas 10 hektar itu ke Mapolresta Sidoarjo. Pelakunya atas nama Kasum. Tetangganya tersebut (Kasum) yang diduga adalah otak dari pelaku pengurasakan tersebut, malah laporan itu berganti ke pungutan liar yang dilakukan terdakwa Nur Aini.

Ditemui usai persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo, Wachid menyatakan, terdakwa Nur Aini dalam perkara ini dalam dakwaanya di dakwa pasal 2 pasal 3 dan pasal 12 serta pasal 11 Undang-Undang Tipikor.

“Terdakwa didakwa pasal berlapis yakni, pasal 2 pasal 3 dan pasal 12 serta pasal 11 Undang-Undang Tipikor, ancaman hukumnya bisa diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya. (win)

Facebook Comments
%d bloggers like this: