Korban Penipuan Haji Kecewa Gagal Berangkat ke Tanah Suci Sudah Gelar Tasyakuran dan Berpamitan kepadaTetangga

SURABAYA, CAKRAWALA.CO-Para korban penipuan jamaah calon haji sebanyak 59 orang kini hanya bisa pasrah, meski para korban tersebut sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke tanah suci. Calon jamaah haji bahkan ada yang telah menggelar tasyakuran dan berpamitan dengan kerabat dan tetangga. Mereka berharap kasus ini diusut tuntas, dan tidak terulang lagi. selain itu, uang mereka total 500 juta lebih yang disetor sebagai dana percepatan haji dikembalikan.

Salah satu dari 59 orang yang menjadi korban penipuan haji ini bernama Ichwanul Hakim. Warga Kedung Sroko, kecamatan Tambaksari, Surabaya ini merasa kecewa karena gagal berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. “Untuk dikatakan kecewa ya saya jujur kecewa karena merasa ditipu dan tidak bisa berangkat haji,” ungkap Ichwanul Hakim.

Tas koper dan barang-barang bawaannya yang sedianya akan dibawa untuk menjalankan ibadah haji, masih tergeletak di ruang tamu rumahnya. Mestinya, dia berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Surabaya bersama dengan dua kakaknya.

Namun impiannya tersebut harus kandas karena kloter terakhir 85 sudah berangkat pada tanggal 5 agustus lalu. Ichwanul Hakim bersama para korban lainnya juga sempat datang ke Asrama Haji Sukolilo dengan menumpang bus dari Bangil, Pasuruan.

Kenyataan pahit harus diterimanya dia dan rombongannya baru sadar telah menjadi korban penipuan haji setelah mendapat penjelasan dari petugas penyelenggara ibadah haji Embarkasi Surabaya. “Kami pun akhirnya melaporkan kasus penipuan haji ini ke polda Jawa Timur,” katanya.

Menurut Ichwanul Hakim, awalnya dia mendapat tawaran percepatan haji dari kawannya bernama Murtaji Junaedi. dengan syarat membayar uang percepatan mulai dari 3 juta hingga 35 juta setiap orang kepada Junaedi, yang kemudian ditransfer ke Syaifullah, sebagai penanggujawab percepatan haji.

“Kami dijanjikan mendapat koper dan tas. baju Ihrom dan pengurusan pasport hanya tinggal sidik jari di asrama haji. Visa dan Pasport katanya sudah ada di Asrama haji.” tukas Hakim

Ichwanul Hakim bersama para korban lainnya sebenarnya sudah mendaftar secara resmi ke Kemenag RI, namun akan berangkat pada 2022 hingga 2042. Ichwanul Hakim berharap kasus ini tidak terulang lagi dan uangnya bisa kembali, serta diusut tuntas oleh aparat kepolisian. Pihak Polda Jatim sendiri telah menetap Murtaji Junaidi sebagai tersangka, dan masih mengembangkannya. (gibran/win)

Facebook Comments
%d bloggers like this: