Cakrawala News
Portal Berita Online

Kopral Bagyo Hibur Anak-anak Pengungsi Erupsi Gunung Semeru Dengan Kostum Hanoman

0

 

Lumajang Cakrawala.Co,-Berbagai cara dilakukan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak korban Erupsi Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur. Yang saat ini Masih berada di tenda pengungsian.Dengan memakai kostum hanoman, Relawan PMI kota Solo bersama mahasiswi Politeknik Akbara Solo mengajak bermain dan bergembira  Guna memulihkan kondisi psikologisnya.

 

 

Dengan diiringi musik yang membahagiakan suasana, Kopka Cpm (Pur) Partika Subagyo Lelono atau Kopral Bagyo yang kini aktif sebagai relawan yang dikirimkan oleh PMI Solo.Bersama puluhan mahasiswa Politeknik Akbara Solo bergabung dengan tim trauma healing bagi korban bencana erupsi Semeru, Bagyo sapaan akrabnya dengan kostum Hanoman menghibur anak anak,mengajak bermain di lingkungan tenda pengungsian. Guna memulihkan trauma rasa takut akibat awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru, Pada Sabtu, 4 Desember 2021 kemarin.

 

Balita hingga anak-anak SMP yang berada di pos pengungsian erupsi Gunung Semeru, tampak sangat antusias dengan adanya tokoh Hanoman ini, Hanoman berusaha dengan bahasa anak-anak menceritakan bagaimana perjalanannya dapat selamat dari erupsi. Ia juga siap menjadi sahabat anak-anak yang tinggal di pengungsian agar selalu bergembira. Hingga Hanoman menjadi rebutan anak-anak.

 

Sekitar satu jam, Hanoman bersama para Mahasiswi Kampus Akbara Solo menghibur para anak-anak pengungsian dengan bernyanyi dan bergoyang.

Aksi menghibur untuk anak-anak yang masih berada di pos pengungsian ini rencananya akan terus dilakukan selama masa tanggap bencana diberlakukan untuk mempercepat proses trauma healing bagi anak.

“Saya sudah lima hari di sini, tugas saya menghibur mereka. Kan kalau yang sakit sudah ada yang mengobati, rumah yang rusak juga nanti pasti direnovasi atau direlokasi, nah kami ini khusus menghibur, membangkitkan semangat anak-anak,” kata Kopral Bagyo.

 

 

 

Menurutnya, anak-anak yang menjadi korban bersama para orang tua harus mendapat perhatian agar tidak larut dalam kesedihan. Itu sebabnya dia memilih kostum Hanoman untuk menghibur anak-anak.

Bagyo punya alasan kenapa memilih sosok Hanoman. Dia mengatakan, monyet adalah salah satu penghuni hutan yang turut menjadi korban erupsi. Sehingga secara cerita dapat tersambung dengan anak-anak yang sedang bermain di pengungsian.

“Hanomannya kesasar di pengungsian, ikut bermain dengan anak-anak,” katanya.

Bagyo ingin menyampaikan pesan bahwa situasi saat ini sudah terjadi dan perlahan-lahan semuanya harus bangkit kembali. Semua harus menjalankan tugas sesuai proporsinya untuk segera mewujudkan kehidupan dan keadaan baru.

“Semua harus bangkit kembali. Segera dilakukan pemulihan mental khususnya pada anak-anak ini, harus semangat dan bangkit,” pungkas Bagyo.(Agung Bram).

Leave A Reply

Your email address will not be published.