Cakrawala News
Portal Berita Online

Konvensi Hak Anak Di Solo, Mentri PPPA Ajak Semua Bersinergi Perjuangkan Hak Anak

SOLO CAKRAWALA.CO,-Bertepatan dengan hari anak nasional,30 tahun Konvensi Hak Anak (KHA)rabu (20/11/19)digelar di kota Solo, Jawa Tengah.Acara yang dihadiri ratusan anak anak ,remaja,perwakilan UNICEF,dan sejumlah pejabat tersebut, Mentri PPPA mengajak semua pihak bersinergi memperjuangkan hak anak.

 

Ratusan anak anak dari forum anak kota Solo dan remaja dari berbagai wilayah di Jawa Tengah,rabu (20/11/19) berkumpul di taman Jayawijaya,Mojosongo,Kecamatan Jebres, Solo.dalam acara Konvensi Hak Anak yang ke 30 sekaligus peringatan Hari Anak Nasional yang  jatuh pada hari ini.bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga Damaryati. Gubernur Jawa Tengah Ganjar  Pranowo,Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo serta perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini.

di kesempatan tersebut,sejumlah perwakilan Forum Anak mengutarakan harapan,bahwa setiap anak memiliki identitas legal, tidak ada perkawinan usia anak, dan pemberantasan korupsi. Mereka juga ingin bisa menikmati air yang bersih, adanya perlindungan untuk anak penyandang disabilitas, anak yang berhadapan dengan hukum, korban kekerasan, konflik dan bencana.

mereka juga menyerukan pentingnya keterwakilan anak pada semua tingkatan pengambilan keputusan dan kebijakan di negara ini.dalam acara tersebut juga sekaligus meresmikan monumen Konvensi Hak Anak(KHA) dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan bunga yang dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga Damaryati. Gubernur Jawa Tengah Ganjar  Pranowo,Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo serta perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini.Mereka juga secara simbolis menanam pohon harapan bersama sama.

Mentri PPPA Gusti Ayu Bintang Darmawati,mengatakan,”melalui 30 tahun konvensi hak anak ini diharapkan hak hak anak demikian juga perindungan anak di indonesia ini akan terpenuhi.jika melihat kebijakan regulasi 30 tahun yang lalu amandemen Undang Undang sampai terakhir  undang undang perkawinan adalah kebijakan yang dilakukan untuk melindungi kekerasan yang dihadapinya selana ini,sekarang ini kasus kasus hukum kekerasan pada anak yang pelakunya para pendidik,kedepan pihaknya akan mencari pola mencegah tindakan ini dengan bersinergi dengan kementrian lembaga dan pemerintah daerah,”ungkapnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo berharap ramah anak tidak sekedar menjadi aturan, jargon atau sekedar memenuhi target. Namun ramah anak adalah sesuatu yang bisa diberikan dan benar-benar dapat dinikmati oleh anak.”katanya..(AgB)

 

%d bloggers like this: