Cakrawala News
Portal Berita Online

Kontak Dengan Pasien Corona, 62 Orang Di Solo Karantina Mandiri

0 187

SOLO CAKRAWALA.CO,-Dinas kesehatan (Dinkes) kota Solo, Jawa Teangah. memberlakukan karantina mandiri terhadap 62 orang yang melakukan kontak erat dengan dua pasien yang dinyatakan positif Corona (Covid-19).Langkah tersebut diambil untuk melokalisasi penyebaran corona di kota Solo.

 

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mewajibkan 62 orang melakukan karantina mandiri. Pasalnya, ke 62 orang tersebut memiliki riwayat kontak dengan pasien korona yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo.

“Kita melakukan tracking pada kontak dekat pasien. Termasuk kontak erat dan kontak sosial. Kebetulan pasien yang meninggal dunia setelah balik dari Bogor, dia sakit dan aktivitasnya tidak banyak. Yang kita perhatikan yang kontak erat ini, kan keluarga dan orang-orang yang dalam waktu dekat berhubungan dengan keluarga. Ini sudah kita identifikasi, kita sampaikan untuk karantina mandiri,” urai Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, di Pendapi Kelurahan Semanggi Solo, Jumat, 13 Maret 2020.

Menurut Ning, kontak erat yang ditetapkan karantina mandiri selain keluarga dan karyawan pasien, juga tenaga medis yang sebelumnya sempat kontak dengan pasien. “Karena sebelumnya pasien berobat ke rumah sakit lain, sebelum ke RSUD dr Moewardi. Jadi 16 tenaga medis dari RS dr OEN Kandangsapi, 15 tenaga medis dari RS dr Oen Solo Baru, serta enam tenaga medis dari Klinik Mojosongo. Selain itu juga 12 anggota keluarga, serta 13 di wilayah Semanggi termasuk karyawannya,” imbuhnya.

DKK Solo juga berkoordinasi antar provinsi dengan pihak keluarga pasien karena yang bersangkutan tidak dimakamkan di Solo. Ning mengatakan, warga yang dikenakan karantina mandiri mulai berlaku sejak pasien dinyatakan positif korona atau covid-19.

“Maka mulai hari jumat(13/03/20) hari ini, mereka dikarantina mandiri. Mereka di rumah, dengan petugas Puskesmas terdekat yang melakukan pemantauan. Dalam karantina mandiri ini, kami wajibkan petugas Puskesmas memberikan laporan terkait perkembangan kesehatan mereka selama di karantina. Laporan dilakukan setiap hari pukul 09.00 WIB dan diterapkan selama 14 hari ke depan,” bebernya.

Harapannya melalui karantina mandiri tersebut, rantai penyebaran virus korona mampu diputus.  (AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.