Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Kondisi Pandemi Sekalipun,Balita di Malut Wajib Dapatkan Imunisasi

0 26

TERNATE,CAKRAWALA.CO- Situasi pandemi COVID-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan termasuk imunisasi. Survei Kementerian Kesehatan bersama Unicef mengungkapkan pelayanan imunisasi anak di Indonesia menurun sejak mewabanhya COVID-19.

Menyikapi masalah tersebut, tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dr. Reisa Broto Asmoro dalam konfrensi pers beberapa waktu lalu di kutip dari laman covid19.go.id  mengatakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sebut tantangan program imunisasi dalam masa pandemi COVID-19 berpotensi menimbulkan wabah ganda (double outbreak), merebaknya penyakit menular lainnya selain COVID-19.

“Oleh karenanya, imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan,” ujar Dokter Reisa.

Bagaimana dengan imunisasi balita di Provinsi Maluku Utara ?  

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Maluku Utara,Alwia Assagaf,Jumat (3/7/2020) menyebutkan sejauh ini hampir seluruh pukskesmas tidak melakukan pelayanan imunisasi melalui posyandu dengan mengumpulkan orang tua dan bayi.

” Ada petugas puskesmas yang datang “door to door” (dari rumah ke rumah) tetapi tetap dilakukan jaga jarak kemudian pakai APD lengkap,” ungkapnya.

Ada pun dilakukan dengan menggunakan unit kendaraan ambulans untuk memberikan pelayanan di kelurahan, sehingga pemberian vaksin kepada anak tetap dilaksanakan.

” Penurunan data kegiatan imunisasi itu sampai diatas 50 persen.Disaat kita mengalami peningkatan kasus kementerian kesehatan menganjurkan Posiandu harus melihat situasi dengan tidak mengumpulkan ibu dan bayi ,” kata Alwia.

Ia menjelaskan, meskipun pelayanan vaksin dengan menggunakan protap COVID-19  dilaksanakan,namun yang terjadi pada umumnya orang tua akan merasa cemas terhadap bayi mereka sehingga mereka tidak mengikuti imunisasi.

” Namun yang kita takutkan kalau tidak mendapatkan vaksin imunisasi secara lengkap maka kasus -kasus infeksi berat seperti TBC,Polio,Hepatitis ,Campak mudah terjangkit kepada anak atau balita yang ada,” ucapnya.

Seiring dengan peningkatan kasus yang masih terjadi di Maluku Utara Ikatan Dokter Indonesia berharap imunisasi kekebalan bisa tetap dilakukan namun dengan tata pelaksana yang ketat.***(IVN/ID)

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: