Cakrawala News
Portal Berita Online

Komunitas Parkir Kota Yogyakarta Deklarasi Tolak Pungutan Liar

0 146

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO ,-  Tarif parkir yang mahal saat libur panjang di Yogyakarta banyak dikeluhkan oleh wisatawan dari berbagai daerah.  Pengaduan  soal tarif parkir mahal di Yogyakarta hampir setiap tahun muncul.

Satgas Saber Punngli DIY pun cukup banyak menerima aduan tersebut, sehingga mengundang komunitas parkir kota Yogyakarta untuk mengikuti sosialisasi pencegahan Pungutan liar.

Mereka juga ikut serta dalam deklarasi komunitas juru parkir kota Yogyakarta Tolak Pungutan Liar yang berlangsung di Aula Kantor dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, di Giwangan.

“ setiap usai liburan panjang, di media sosial selalu muncul adanya keluhan dari wisatawan soal tariff parkir mobil yang mahal di Yogyakarta. Hal ini menjadi keprihatinan kita. Sebab memungut tarif parkir diatas ketentuan yang ada sesuai perda masuk kategori pungutan liar dan harus ditertibkan,”ungkap AKBP Heri Budi Santosa, Kasubdit Intel Polda DIY usai acara sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar di aula Kantor dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menyatakan akan menindak tegas juru parkir Kota Yogyakarta yang melakukan pungutan liar, atau  menarik tarif parkir diluar ketentuan yang ada sesuai Perda nomor 5 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha.

Dalam peraturan tersebut salah satunya mengatur tarif retribusi pada satuan ruang parkir di tepi jalan umum ( TJU) di kawasan I tarif parkir Sepeda motor Rp 1 ribu, Mobil sedan/ jeep Rp 2 ribu, Bus sedang Rp 15 ribu Truk sedang Rp 15 ribu, bus dan truk besar Rp 20 ribu.

Sedangkan di Perda Nomor 4 tahun 2012 mengatur retribsi jasa usaha, salah satunya mengatur tarif retribusi parkir di Tempat Khusus Parkir ( TKP ), tarifnya sama dengan tariff parkir di kawasan I.

“ jika nanti ditemukan ada juru parkir yang menarik tariff parkir diluar ketentuan yang ada maka akan ditindak tegas, dicabut izin usaha parkirnya,” tandas Agus Arif Nugroho, kepala dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Lebih lanjut Agus Arif Nugroho mengatakan, pihaknya selalu berkomunikasi dengan juru parkir dan selalu memonitor dan mengawasi perparkiran ini. Namun ternyata masih saja ada keluhan mengenai parkir di kota Yogyakarta mahal.

“ kita sering jadi bahan bulyan di media sosial karena tariff parkir mahal. Padahal ini ulah juru parkir liar yang nuthuk atau menarik tariff parkir mahal. Hal ini harus dihilangkan. Salah satunya dengan adanya sosialisasi pencegahan pungutan liar,”

Agus Arif Nugroho mengharapkan para pengelola parkir ini menjadi pintu masuk orang datang ke Yogyakarta. Oleh karena itulah praktik tariff parkir mahal atau pungutan liar ini harus dihentikan.

“ kita akan bekerja sama dengan satgas saber pungli untuk menertibkan parkir liar yang sering melakukan pungutan liar ini,” tegasnya.

Sementara itu, para pengelola parkir resmi yang selama ini tertib menarik tariff parkir sesuai peraturan mendapatkan dampaknya atau imbasnya. Dedi salah satu pengelola parkir di kawasan senopati mengatakan, pihaknya sering kena imbasnya jika di media sosial marak aduan bahkan bulyan mengenai tariff parkir yang mahal atau nuthuk yang dilakukan juru parkir liar.

“ kita sering terkena dampaknya atau kena imbasnya dengan adanya parkir liar yang melakukan pungli ini,” ujar Dedi.

Acara sosialisasi pencegahan Pungutan Liar khusus untuk para pengelola parkir di kota Yogyakarta di kantor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, diakhiri dengan pembacaan deklarasi komunitas parkir menolak adanya pungutan liar.***(Okta/ santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.