Kompol Ananda Tetapkan 3 Tersangka Kasus Fidusia

MAKASSAR, CAKRAWALA.CO – Setelah beberapa lama terhenti akhirnya Polsek Panakukkang mengusut tuntas pelaku kejahatan fidusia dengan menahan tiga orang warga yang diduga melakukan penggelapan kendaraan yang masih berstatus kredit alias cicil.

Pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MLN (37), RLN (56), serta YDR (36). Sedang satu warga lainnya berinisial SY tengah buron.

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi Harahap mengatakan, ketiga pelaku yang telah diamankan tersebut, atas dua laporan polisi (LP) dari pihak Mandiri Utama Finance selaku korban.

“Kita sudah tangani dua kasus, yang kasus pertama itu sudah P21. Sementara kasus yang kedua masih bergulir hingga saat ini,” kata Ananda Fauzi Harahap, saat ditemui di Mapolsek Panakukkang, Jumat (15/2/2019).

Ananda menceritakan bahwa kasus pertama yang dilakukan oleh MLN bermula mengajukan kredit ke Mandiri Utama Finance untuk menyicil sebuah mobil Daihatsu Great New Xenia. Tanpa sepengetahuan pihak pembiayaan, MLN kemudian menjual mobil itu kepada SY.

Kapolsek Panakukang Kompol Ananda Fauzi Harahap saat melakukan release terkait kasus penggelapan Mobil atau Fidusia di Mako Polsek Panakukang Makassar (15/02/2019)

“Proses pindah tangan tangan itu tanpa sepengetahuan pihak pembiayaan. Nah, SY ini ternyata tidak melanjutkan cicilan yang seharusnya dibayarkan. Pihak pembiayaan pun menderita kerugian lebih dari Rp. 200 juta,” jelas Ananda kepada awak media.

Pihak Mandiri Utama Finance pun kemudian melaporkan apa yang dilakukan oleh MLN kepada pihak kepolisian. Polsek Panakkukang bergerak cepat dan berhasil mengamankan MLN, sementara SY hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi.

“Kasus ini sudah P21, barang buktinya diambil di Kendari,” ucapnya.

Sementara kasus yang kedua tak jauh beda dengan kasus yang pertama, hanya saja dalam kasus ini mobil yang dicicil tersebut bukan dijual namun digadaikan.

“Dalam kasus yang kedua mobilnya digadaikan sebesar Rp. 40 juta,” imbuh ananda.

Ananda menjelaskan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran tentang jaminan fidusia. Pelanggaran seperti ini, kata Ananda, bukan hanya berupa kasus perdata melainkan juga bisa dipidanakan.

“Ini melanggar pasar 35 dan 36 UU Nomor 42 tahun 1999, tentang jaminan fidusia atau pasal 378 dan pasal 372 juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 56 ke 1e dan 2e KUHP. Hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.(Ril)

Facebook Comments
%d bloggers like this: