Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi III DPRD Trenggalek Soroti Pekerjaan Fisik 2021

0 149

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra untuk evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah (APBD) tahun anggaran 2021, bertempat di Ruang Banmus Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek, Selasa (24/5/2022).

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Pranoto meminta agar pekerjaan insfratruktur di Kabupaten Trenggalek bejalan secara maksimal, sehingga dapat dirasakan masyarakat secara luas. Mengingat dari hasil evaluasi dari masing masing OPD terdapat pekerjaan yang bermasalah.

“Mengacu dari proses kegiatan tahun 2021 yang bermasalah, tentunya harus menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua agar ada peningkatan proses pengawasan dan kehati hatian dalam menerimaan hasil pekerjaan dari dinas terkait,” ungkapnya.

Pranoto menuturkan, diperlukan evaluasi dari dinas terkait untuk memperbaiki target agar pekerjaan bisa berjalan secara maksimal.

“Harus ada ketegasan dari dinas terkait, dan perlu dimaksimalkan dalam pengawasan sehinga kegiatan tahun 2021 yang merugikan rakyat tidak terulang kembali,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, dari Dinas PUPR tahun 2021 ada beberapa perkerjaan yang tidak selesai di akhir tahun anggaran dan adanya pekerjaan yang gagal bayar.

“Kenapa terjadi seperti itu, tentunya akan jadi bahan referensi untuk proses perencanaan terhadap APBD tahun 2023,” ungkap Pranoto.

Dicontohkan lagi pada pekerjaan rabat beton, prosesnya selesai tanggal 25 selanjutnya pekerjaan diterima tanggal 28 Desember.

“Secara teknis, kita tahu berapa hari masa pengeringan untuk rabat beton cor minimal 20 hari,” tegas dia.

Di tahun 2022 proses APBD masih dalam tahapan di ULP dalam pelaksanaannya ada yang sudah tayang, ada yang masih verifikasi, juga ada yang sudah lelang dan juga sudah ada pemenangnya.

“Kita harapkan agar hal yang lalu tidak terulang kembali ditahun berikutnya dan untuk lelang besar agar start lebih awal maksimal di bulan April sudah siap tapi faktanya belum terlaksana,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan jangan sampai ada proses yang molor hingga diakhir bulan September.

“Jika prosesnya molor maka hasilnya juga akan bersamasalah. Sehingga proses pekerjaannya asal- asalan karena mau tidak mau akan berbenturan dengan waktu pekerjaan,” tegasnya.

Ditambahkan Pranoto, mengingat saat ini sudah ada 25 paket pekerjaan yang tayang di ULP 2 diantaranya perencanaan dan 23 fisik tentunya ULP harus bekerja keras.

“Kami targetkan untuk bulan Juli 2022 sudah harus ada pemenang, tujuannya agar tidak terjadi masalah antara PUPR dengan pihak ULP. Kami berharap pihak ULP segera menindaklanjuti,” tandasnya. (ag)

Leave A Reply

Your email address will not be published.