Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi III dan IV Deprov Gorontalo Gelar Rapat Perdana Kemitraan

GORONTALO CAKRAWALA.CO– Komisi III dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (Deprov) Gorontalo, senin (10/2) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas PUPR dan Dikbudpora Provinsi Gorontalo, yang membahas pembangunan SMA dan SMK se Provinsi Gorontalo.

Ketua Komisi III Deprov Gorontalo Thomas Hapili mengatakan, rapat  kemitraan ini pertama kali dilaksankan. Karena, ini merupakan kemitraan yang beririsan antara Komisi III dan Komisi IV didalam satu OPD.

“ketika kemintraan kita beririsan dengan komisi lain, seperti dikbudpora tadi mitra komisi IV yang didalamnya ada pekerjaan konstruksi yang notabenenya ada tugas komisi III, tugas kami Komisi III dan IV di satu OPD itu bekerjasama didalam membangun. Oleh karena hal itu di atur oleh PP nomor 12, yang ketika berisiran seperti itu maka komisi yang berkepentingan terhadap satu masalah harus menyurat kepada pimpinan dewan untuk rapat gelar pendapat,” ujarnya.

Lanjutnya, soal pembangunan SMA dan SMK oleh Dikbudpora, terdapat anggaran dari pusat ke Dikbudpora langsung ke Sekolah-sekolah. Sementara, menurutnya kepala sekolah bukan pelaku konstruksi, bukan pula kontraktor, hal itu yang dikhawatirkan oleh Komisi III dalam hal pekerjaannya yang kemungkinan akan amburadul.

“Mulai tahun ini kami akan turun mengawasi, banyak proyek yang akan kami laksanakan, kami wanti-wanti agar melaporkan seluruh jumlahnya, lokasinya, dan sebagainya terkait pembangunan sekolah itu,” sambungnya.

Ia memaparkan, bahwa dari laporan Dikbudpora ,ada anggaran sebesar 300 miliyar yang akan disalurkan langsung kepada kepala sekolah. Karena tugas untuk pekerjaan konstruksi ada di Komisi III, maka pihaknya akan mengawasi dengan baik terkait pembangunannya.

Anggota Komisi III Meyke, juga menambahkan, Komisi III Deprov Gorontalo akan melakukan monitoring dari dinas yang terkait langsung, bagaimana perkembangan pembangunan, dan evaluasi yang dilakukan.

“dan nantinya kita lihat lagi, apakah bisa direalisir lagi kedepan atau bagaimana,” ujar Meyke.***(Fadhil)

%d bloggers like this: