Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi II DPRD Kota Blitar Dengarkan Paparan KALBI Terkait Kontes Ayam Laga ‘No Judi’

0 192

BLITAR CAKRAWALA.CO – Komisi II DPRD Kota Blitar mendengarkan paparan para pecinta ayam laga yang tergabung dalam Komunitas Ayam Laga Blitar Indonesia (KALBI) terkait keinginannya menggelar kontes ayam laga ‘No Judi’, bertempat di Gedung DPRD Kota Blitar, Rabu (6/7/2022).

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo (Coek) mengatakan, image ayam laga tidak bisa lepas dari perjudian. Untuk itu pihaknya perlu mengundang kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, ulama hingga kyai untuk membahas keinginan KALBI.

“Kami akan memfasilitasi rencana dari kawan-kawan KALBI ini. Seperti yang kita pahami bahwa image ayam laga tidak bisa lepas dari perjudian. Nanti di agenda berikutnya kami akan mengundang pihak kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, kyai untuk membahas ini,” kata Coek.

Menurutnya, event tersebut selayaknya harus bebas dari konotasi/image judi sebab perjudian melanggar hukum. KALBI harus memastikan acara itu bebas perjudian namun justru berdampak positif terutama bagi masyarakat.

“Image ayam laga itu judi, kebanyakan seperti itu. Makanya, nanti akan ada hearing berikutnya dengan melibatkan kepolisian, TNI, ulama, kyai kita undang,” kata Coek.

Lanjut dia, jika masyarakat menerima, termasuk ulama dan kyai juga memahami maksud dan tujuannya event ini maka dimungkinkan dapat digelar. Kalau tujuannya baik seperti yang disampaikan Ketua KALBI, yakni bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kalau niatnya baik, kami sebagai wakil rakyat sebisa mungkin akan memfasilitasi, yang penting tidak ada judinya,” pungkas Coek.

Pada kesempatan itu, Ketua KALBI Kadiono (Tonyok) mengatakan, melalui hearing ini, pihaknya berharap agar DPRD Kota Blitar melalui Komisi II mendukung rencana event kontes ayam laga yang akan digelarnya. Ia pun memastikan tidak ada judi dalam event tersebut.

“Kami berharap, nantinya Pemerintah Kota Blitar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kontes ayam laga yang akan kami selenggarakan di Kelurahan Klampok. Kontes ini murni non judi. Kami pastikan tidak ada perjudian (no judi),” ujar Tonyok.

Menurutnya, event ini dapat membantu meningkatkan pendapatan UMKM dan masyarakat sekitar, seperti pedagang, pengrajin, penjual pakan, tempat parkir, tingkat hunian hotel karena peserta kontes berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

“Yang jelas tidak akan ada judi. Masyarakat nanti akan tau bahwa kontes ini beda. Teknis pelaksanaannya berbeda. Kalau laga ayam secara umum (judi) harus dipegang atau ada yang ‘gandengne’ (botoh). Kalau yang non judi kita timbang. Ada juri yang menilai dan waktunya 2 ronde (20 menit tiap ronde), seperti tinju. Jurinya independen, keputusan juri juga tidak bisa diganggu gugat,” papar Tonyok.

Usai hearing, perwakilan KALBI yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Kami Bukan Penjudi, Hanya Melestarikan Tradisi’ membagikan kaos serupa kepada Ketua, Wakil Ketua serta anggota komisi II DPRD Kota Blitar yang hadir, diantaranya Purwanto, Yudi Meira dan Mohamad Hardita Magdi (Dito). (Adv/DPRD/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.