Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi I DPRD Trenggalek Usul Kenaikan Banpol, Ini Alasannya

0 147

TRENGGALEK CAKRAWALA.CO – Komisi I DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna membahas kenaikan Bantuan keuangan untuk partai politik (Banpol), mengingat kebutuhan pendidikan politik yang semakin berkembang dan supaya parpol bisa menghadirkan kader yang semakin bagus.

Ketua Komisi I DPRD Trenggalek Alwi Burhanudin menyatakan, rapat koordinasi dengan Kesbangpol dan TAPD hari ini membahas kenaikan Banpol.

“Kita melihat bahwa Banpol yang diberikan sebelumnya sudah ada kenaikan dari Rp. 2600 ke Rp 3000 akan tetapi setelah melihat kebutuhan pendidikan politik yang semakin berkembang dan supaya parpol bisa menghadirkan kader yang bagus maka pendidikan politik harus ditingkatkan dan itu membutuhkan anggaran melalui banpol,” ungkapnya, Selasa (24/5/2022).

“Dari hasil rapat tadi, kemungkinan akan dinaikan Rp 1000, dari yang semula Rp. 3000 menjadi Rp. 4000,” sambungnya.

Dia memaklumi karena dana Parpol bersumber dari APBD namun ia berharap tahun 2023 usulan Banpol bisa disetujui.

“Ini masih usulan, mudah mudahan disetujui dan dimasukkan di RKPD di tahun 2023. Karena ini sifatnya masih koordinasi, nanti yang akan mengusulkan dari masing -masing parpol,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanismenya yaitu pimpinan parpol di Trenggalek agar bersurat ke Bupati melalui Kesbangpol untuk mengusulkan kenaikan Banpol.

Beberapa tujuan dari pemberian bantuan keuangan ini adalah untuk meningkatkan mutu kaderisasi partai politik yang dirancang dalam pengembangan program dan sumber daya partai politik.

“Untuk menyelenggarakan pendidikan politik tentunya membutuhkan anggaran yang besar, itupun sebenarnya kurang. Kalau dari pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kalau mau terbebas dari korupsi usulan banpol itu per suara 100 ribu rupiah supaya partai politik bisa melaksanakan pendidikan politik dengan baik,” kata dia.

Selain itu, tujuan lain yang tidak kalah penting adalah untuk menghilangkan praktik-praktik politik transaksional, serta mendorong tumbuhnya partisipasi politik masyarakat yang lebih berkualitas. Untuk itu ia berharap penambahannya bisa terealisasi.

“Harapannya mudah mudahan bisa menambah kekuatan parpol untuk menyelenggarakan pendidikan pendidikan politik, mengingat pentingnya pendidikan politik dalam membangun demokrasi,” harapnya. (ag)

Leave A Reply

Your email address will not be published.