Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi I DPRD Bintan Dukung Pembangunan Kolam Retensi di Bintan

0 302

BINTAN, CAKRAWALA.CO – Meningkatnya intensitas hujan dan banjir yang melanda beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Bintan harus menjadi evaluasi bersama. Pemerintah setempat juga berupaya mewujudkan fasilitas guna penanganan banjir di Wilayah Utara Kabupaten Bintan.

 

Sekretaris Komisi I DPRD Bintan, Hasriawady menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah kabupaten Bintan tentang pembangunan kolam retensi dan saluran drainase dengan panjang 1,9 Km di Kecamatan Bintan Utara.

 

“Semalam kita sudah duduk bersama Bupati dan FKPD terkait pasca banjir kemarin, ada beberapa usulan yang juga pernah diusulkan pemkab Bintan pada tahun 2018 lalu,” ujar Hasriawady yang akrab disapa Gentong, Selasa (26/1/2021).

Namun, Hasriawady berharap dalam proses pembangunan tersebut, pemerintah setempat harus saling koordinasi. Mengingat, kata dia, ada beberapa lahan ada pemiliknya.

“Sifatnya ini koordinasi, khawatir jangan sampai nanti dibangun terjadi saling klaim. Karena di lokasi tersebut ada milik PT Pertamina, TNI AL dan warga,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya berharap pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Bintan harus benar-benar dilibatkan. Sebab, lanjut dia, agar tidak terjadi tumpang tindih menyangkut lahan.

“Tapi, saya pribadi sangat mendukung rencana-rencana strategis Bupati Apri untuk masa depan Bintan yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan selain rapat rencana pembangunan juga dibahas soal lahan yang digunakan untuk drainase dan kolam retensi itu.

“Kita sudah bahas masalah ini bersama FKPD, Pertamina Tanjunguban, Satker BWS Kepri sampai camat, lurah dan lainnya,” sebut Apri Sujadi, Senin (25/1) kemarin.

Apri juga menjelaskan, perencanaan itu adalah hasil kajian sementara dan harus segera dituntaskan. Sambung Apri, dirinya meminta seluruh pihak terkait baik Satker BWS, Lantamal IV, Pertamina Tanjunguban, BPN Bintan, Dinas PUPR, camat dan jajaran terkait lainnya dapat meninjau titik-titik lokasi tersebut.

“Jadi dimatangkan dulu perencanaannya. Jika sudah matang baru diusulkan alokasi pembangunanya ke pusat,” pungkasnya. (Fik)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.