Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi E DPRD Jatim Soriti Masih Tinggihnya Angka Pasien Covid-19 di Massa Transisi New Normal di Kabupaten Sidoarjo

0 63

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Pasien positif corona di Kabupaten Sidoarjo masih tinggi jika dibandingan saat PSBB 3. Rata-rata per hari ada sebanyak 30 pasien positif covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Syaf Satriawarman, saat menghadiri sidak Komisi E DPRD Jatim di kantor BPBD Sidoarjo, Jl Sultan Agung, Senin 15 Juni 2020.

“Selama masa transisi ke new normal, kita mendapatkan laporan ada sebanyak 195 tambahan pasien covid-19, selama sepekan ini. Jadi rata-rata 30 pasien comfirm positif,” Ujar Kadis Kesehatan Sidoarjo.

ads bukopin

Jadi bisa dikatakan, dimasa transisi normal ini jumlah pasien covid-19 lebih tinggi jika dibandingkan saat masa PSBB ke 3 yang hanya 27 orang per hari. Sementara jika dibandingkan PSBB ke 2, per hari pasien positif corona 34 orang paling
tinggi.

“Yang dilakukan di era transisi ini memang banyak dihasilkan hasil swab, tidak menutup kemungkinan grafik naik terus. Tapi harapan saya setelah grafik naik mulai turun. Akibat dari hasil swab meningkat, diketahui pasien sembuh banyak jika dibandingkan dengan pasien meninggal. Perbandinganya pasien sembuh 123, yang meninggal 63,” tambah Syaf Satriawarman.

Sementara itu kehadiran Adam Rusydi anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, menjelaskan kami disini yang pertama mendukung penuh dalam rangka penanganan covid-19. Yang kedua kami melakukan kunjungan disini untuk memastikan Pos APBD Prov Jatim yang diperuntukan untuk Dinas Kabupaten/OPD tersalurkan dengan baik.

“Terkait dengan penanganan covid-19 untuk ke depan kami terus berkoordinasi pemenuhan seperti alat-alat APD, hazmat, kesiapan ruang isolasi dan kampung tangguh semeru ini coba kami inisiasi harus di back up dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Ternyata kampung tangguh semeru sangat memberikan edukasi kepada masyarakat,” Pungkas Adam Rusydi.

Sementara itu Komisi E DPRD Provinsi menyoroti pembagian BST di kantor Pos, yang masyarakat tidak mengindahkan protokol kesehatan. Kondisi masyarakat yang tidak tertib dan tidak menjaga jarak sangat disayangkan oleh Adam Rusydi dari Fraksi Golkar.

“Jadi sebenarnya hal itu bukan terjadi di Kabupaten Sidoarjo saja, rata-rata juga terjadi di Kabupaten/Kota lainya di Jawa Timur. Itu menjadi evaluasi kita bersama, kami menghimbau kepada pihak keamanan untuk lebih disiplin dalam mempersiapkan protokol kesehatan,” Ujar Adam Rusydi saat memberikan statmemt didampingi, Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito. (Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.