Komisi D Meminta Pemeliharaan Stadion GOR Harus Baik Karena Timnas Sepak Bola Seringkali Main Di Sidoarjo

SIDOARJO, CAKRAWALA.C0-Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H. Usman, bersama sekretaris Komsi Eny Suryani, dan dua anggota komisi Gus Maksum dan H. Mahmud. Di proyek pemeliharaan rumput stadion GOR dan Jenggolo senilai Rp 399 juta. Menemukan kondisi rumput belum dipotong karena mesin tidak bisa melakukan pemotong rumput dengan pola melingkar.

Proyek yang dikerjakan PT Yuwana Eka Sejati Sentoso asal Bekasi ini, saat di Sidak masih menggunakan mesin pemotong rumput manual. Padahal, mesin pemotong rumput manual itu tidak layak digunakan dan diduga kerap mengalami kerusakaan saat digunakan di lapangan.

Nyaris sejak ditetapkan sebagai pemenang 5 Juli 2019 lalu, rekanan belum mengerjakan sama sekali proyek pemeliharaan itu. Hal ini disebabkan adanya gangguan mesin pemotong rumput itu. Bahkan sejak awal dikerjakan proyek ini hanya memupuk rumput stadion kebanggaan Kota Delta ini. Padahal, seharusnya pekan lalu harus dimulai pemotongan rumput.

Kepala Disparpora Pemkab Sidoarjo, Joko Supriyadi juga melakukan pengecekan kondisi rumput stadion. (foto/win)

“Kalau sekarang mesin pemotong rumputnya tidak bisa digunakan. Kami minta rekanan untuk segera menggantinya dengan mesin terbaru. Karena proyek ini berlangsung sejak ditetapkan hingga Desember 2019,” kata Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, H Usman kepada awak media, Kamis 8 Agustus 2019.

Kendati demikian, politisi PKB ini meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk menjadikan bahan evaluasi proyek ini di tahun-tahun berikutnya termasuk soal spesifikasi mesin pemotong rumputnya.

“Ini akan jadi bahan evaluasi proyek pemeliharaan Tahun 2020 dan seterusnya,” tegasnya.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Mahmud meminta rekanan memperhatikan jenis rumput dan ketebalan serta elastisitas rumputnya. Hal ini agar tidak memalukan Sidoarjo saat digunakan dalam pertandingan berskala nasional seperti Timnas Sepak Bola Indonesia seringkali menggunakan stadion GOR Delta dalam menjamu lawan-lawanya..

“Kami minta jenis dan spesifikasi rumputnya diperhatian. Termasuk soal kenyamanan pemain sepak bola jika kondisi rumput bagus jatuh tidak sakit, ” ungkapnya.

Sementara Kepala Disparpora Pemkab Sidoarjo, Joko Supriyadi menilai proyek itu dalam masa transisi. Alasannya, pemenang proyek merupakan orang baru dari yang pemenang tender sebelumnya.

“Beri kesempatan rekanananya memperbaiki semuanya. Pengumuman pemenangnya kan baru Juli kemarin,” katanya.

Sementara Manager Area PT Yuwana Eka Sejati Sentoso, Kirana mengaku sanggup mendatangkan mesin pemotong rumput baru. Akan tetapi, pihaknya butuh waktu.

“Beri kami kesempatan. Kami akan memperbaiki dan mengerjakan semua dengan baik,” janjinya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pemeliharaan rumput Stadion GOR dan Jenggolo Sidoarjo yang menelan anggaran Rp 399 juta lebih diduga dikerjakan rekanan secara asal-asalan. Ini menyusul adanya dugaan PT Yuwana Eka Sejati Sentoso yang berlamatkan di Kota Bekasi tanpa diverikasi oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Sidoarjo atau pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

Akibatnya, selain rekanan dalam mengerjakam proyek pemeliharaan itu menggunakan mesin seadanya juga diduga menyalami spesifikasi yang ditetapkan dalam lelang. (win)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: