Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi C DPRD DIY Sarankan Penambahan Rambu Lalu Lintas di Underpass YIA

Kulonprogo, Cakrawala.co,- Komisi C DPRD DIY sejak Senin (27/1/2020) hingga hari ini melakukan serangkaian kunjungan ke beberapa tempat di Yogyakarta untuk melihat langsung kondisi infrastruktur di DIY dan salah satu yang mendapatkan perhatian adalah pembangunan underpass Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Berdasarkan pemantauan sekilas dan masukan dari masyarakat sekitar Komisi C DPRD DIY berharap ada penambahan rambu-rambu lalu lintas untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Apalagi banyak pengunjung yang masih bandel dan berhenti di dalam underpass untuk sekedar berfoto-foto. Underpass ini memiliki panjang 1,4 kilometer. Sampai saat ini aturan yang ada, semua kendaraan boleh melintas. Termasuk sepeda onthel juga bisa melintas di kawasan ini

“Perlu ada tambahan rambu-rambu, untuk keselamatan pengguna jalan,” ujar Ketua Komisi C DPRD DIY, Arif Setiadi, disela melakukan kunjungan di Proyek Underpass YIA, di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Yogyakarta.

Lebih lanjt Arief Setiadi mengatakan saat ini rambu yang dipasang masih kurang. Selain itu kesadaran warga untuk mentaati peraturan juga masih perlu ditingkatkan. Meski dilarang, masih ada yang nekad berhenti di dalam underpass. Lantaran baru mereka berfoto-foto dan merekam video.
“Sebenarnya di dalam itu kan dilarang berhenti, tetapi masih ada yang nekat berhenti untuk selfie. Itukan berbahaya,” ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD DIY Lilik Syaiful Ahmad yang turut dalam kunjungan tersebut menerima masukan dari warga sekitar mengenai penutup drainase yang perlu perbaikan karena rongga penutup saluran drainase terlalu lebar sehingga ban sepeda ontel bisa masuk dan pengendara terjatuh.

“Menurut laporan warga di lokasi ini yang ada penutup drainasi ini ada pengendara speda ontel terjatuh Karen ban sepedanya masuk di sela – sela lobang drainase yang memamg cukup lebar. Oleh karena itu kami minta penutup drainase ini dipersempit agar ban sepeda ontel tidak masuk,” ungkap Lilik Syaiful Ahmad Anggota dari Fraksi Golkar DPRD DIY dapil Kulonprogo .

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Bowo Pristiyanto, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengawasan. Pasca dibuka beberapa hari lali, pihaknya banyak menemukan permasalahan di lapangan. Salah satunya mengenai jalur sepeda dan aturan bagian pejalan kaki. “Kalau ada jalur khusus sepeda akan bagus, termasuk rambu larangan bagi pejalan kaki,” pungkasnya. (Okta/Santosa ).

%d bloggers like this: