Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Komisi B DPRD DIY Temui Perajin Batik Terdampak Covid 19

0 17

CAKRAWALA.CO-Pandemi Covid 19 berdamak sangat luar biasa diberbagai bidang termasuk usaha kerajinan batik di Lendah Kulonprogo Yogyakarta. Paguyuban Perajin Batik Lendah Kulon Progo sejak Maret sampai dengan Juni 2020 sama sekali tidak produksi. Mereka hanya berupaya menjual batik hasil produksi mereka sebelum masa pandemi datang.

” Sejak maret kami tidak produksi. Sebelum maret kami produksi besar – besaran untuk persiapan menyambut hari lebaran. Biasanya satu bulan menjelang lebaran permintaan kain batik meningkat tajam. Namun tahun ini terjadi pandemi bersamaan dengan hari lebaran sehingga permintaan kain batik merosot tajam,” ungkap Umbuh Haryanto Ketua Paguyuban Perajin Batik Lendah Kulonprogo saat ditemui disela – sela menerima kunjungan Komisi B DPRD DIY di Lendah Kulonprogo, Senin lalu (6/7/2020).

Hal yang sama disampaikan oleh Agus Fatkhurohman perajin batik anggota Paguyuban perajin batik Lendah Kulonprogo. Agus menyatakan sejak bulan maret 2020 penjualan kain batik menurun tajam hingga 90 persen lebih sehingga pada bulan sejak bulan Maret tidak melakukan produksi.

” Penjualan turun hingga 90 persen lebih. Sehingga terpaksa kami tidak produksi dulu sejak maret lalu dan konsentrasi menjual stok yang sudah ada untuk upaya bertahan di masa pandemi,” ujar Agus Fatkhurohman.

Komisi B DPRD DIY yang membidangi UMKM terus melakukan pemantauan terhadap UMKM yang terdampak pandemi Covid 19. Senin lalu (6/7/2020) komisi B DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke sentra batik Lendah Kulonprogo Yogyakarta. Kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto dan diterima oleh pengurus paguyuban perajin Batik lendah Kulonprogo di pendopo sentra batik Sinar Abadi Batik. Dalam sambutannya Danang Wahyu Broto menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja komisi B DPRD DIY.

” Kami dari Komisi B DPRD DIY datang kesini ke Lendah untuk mengetahui kondisi riil UMKM dalam hal ini perajin batik di Lendah akibat pandemi Covid 19 ini. Data kondisi UMKM terdampak covid ini menjadi dasar kami untuk mengusulkan kepada Pemerintah dalam upaya pemulihan pasca pandemi covid 19 nantinya,” tutur Danang Wahyu Broto, Ketua Komisi B DPRD DIY.

Sementara itu Dwi Wahyu Budiantoro, wakil Ketua Komisi B DPRD DIY menyatakan setelah melihat kondisi perajin batik Lendah Kulonprogo maka harus ada upaya untuk memulihkan kondisi mereka setelah terdampak covid 19.

” Ada satu persoalan yang harus ditindak lanjuti oleh pemerintah yakni bagaimana persiapan recovery perekonomian khususnya batik. Untuk memulihkan kondisi perajin batik Lendah yang terdampak covid ini maka diperlukan sebuah even yang menunjukkan bahwa batik lendah Kulonprogo masih ada. Oleh karena itu untuk recovery nantinya di APBD harus ada pagu untuk penyelenggaraan sebuah acara yang menarik sebagai salah satu cara untuk memasarkan batik,” ujar Dwi Wahyu Budiantoro.

Dwi Wahyu menambahkan Kabupaten Kulonprogo mendapatkan alokasi dana keistimewaan yang cukup besar tahun ini yakni mencapai 112 milyar. Dana keistimewaan ini bisa digunakan untuk upaya menggelar even budaya sebagai upaya memasarkan batik. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: