Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi B DPRD DIY Akan Undang Pemda DIY Bahas Pengelolaan JATP

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO – Salah satu proyek besar Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Jogja Agro Techno Park ( JATP ). Kini projek tersebut  mendapatkan perhatian penuh dari Komisi B DPRD DIY.

Baru baru ini rombongan Komisi B melakukan kunjungan melihat langsung Jogja Agro Techno Park ( JATP ) yang berada di Nanggulan Kulonprogo Yogyakarta.

JATP kini menjadi tempat wisata edukasi baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jogja Agro Techno Park (JATP) menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi.

Wakil Ketua Komisi B Dwi Wahyu mengatakan komisi B DPRD DIY akan mengajak Pemda DIY untuk duduk bersama membicarakan pengelolaan JATP. Pengelolaan taman wisata edukasi agro ini diusulkan oleh Komisi B DPRD DIY dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). DPRD siap memberikan rekomendasi penyertaan modal terhadap BUMD yang akan mengelola fasilitas wisata berbasis edukasi tersebut.

” Meski pun saat ini JATP sedang dalam proses menuju kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) yang ditangani bersama Pemerintah Pusat. Namun bukan berarti BUMD tidak memiliki peluang,” Ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu.

Selain itu Dwi Wahyu meminta Pemda DIY untuk memaksimalkan peran perguruan tinggi yang ada di DIY untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan JATP. Keberadaan JATP diharapkan mampu memberikan sumbangsih dalam teknologi pertanian seiring lahan yang kian menyempit sekaligus memberikan kontribusi terhadap pariwisata.

“Sehingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dan Dinas Pariwisata DIY bisa berkolaborasi dalam membangun JATP,” ujar Dwi Wahyu.

Untuk penyelesaian JATP, imbuh Dwi Wahyu, diperkirakan membutuhkan dana yang kasih cukup banyak. Soal anggaran sebenarnya juga bisa memakai dana keistimewaan, karena pertanian juga bisa masuk salah satu nomenklatur budaya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD DIY Sudarto menilai, dari hasil kunjungannya ke JATP pekan lalu, ia pesimis terkait kemungkinan adanya investor dari luar. Mengingat dari sisi fasilitas masih butuh penambahan yang sangat banyak.

“Dengan dikelola BUMD, nantinya JATP tidak serta merta untuk mencari keuntungan semata melainkan menjadi salah satu wahana edukasi untuk masyarakat serta sebagai tempat penelitian,” pungkas Sudarto.***( Okta/ Santosa )

%d bloggers like this: