Cakrawala News
Portal Berita Online

Komisi A DPRD Sidoarjo Akan Perjuangkan Penambahan Anggaran Pilkada 2020

0 62

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO-Sekretaris komisi A DPRD Sidoarjo yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo Warih Andono SH, menyatakan pihaknya siap menambah anggaran yang dibutuhkan KPU pada Pilkada 2020 nanti. Warih menyatakan, pada pembahasan di Banggar untuk APBD 2020 nanti, kekurangan anggaran yang dibutuhkan KPU maupun Bawaslu bisa ditambah dan memang wajib ditambah.

“Terkait Pilkada Sidoarjo 2020 adalah hal yang wajib kita dukung bersama-sama. Kecukupan anggaran ini sangat penting, Karena KPU dan Bawaslu mitranya komisi A. Jadi tidak ada yang sulit untuk menambah anggaran, apa yang menjadi kebutuhan KPU dan Bawaslu terpenuhi,” tutur Warih saat dikonfirmasi cakrawala.co, Kamis 31 Oktober 2019.

Sekretaris Komisi A DPRD Sidoarjo, Warih Andono, SH
ads bukopin

Begitu juga ketua komisi A DPRD Sidoarjo H. Subandi, yang menyatakan siap memback up dan memperjuangkan kebutuhan anggaran Pilkada 2020. Komisi A DPRD Sidoarjo, nampaknya cukup peduli dengan suksenya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sidoarjo 2020 mendatang.

Ini dibuktikan dengan langkah sigap komisi A, yang merespon keluhan KPU soal belum ada kesepakatan nilai nominal anggaran KPU dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 itu. Bahkan anggaran untuk pengamanan Pilkada pun menurut ketua komisi A, harus di back up penuh.

“Kita akan perjuangkan tambahan anggaran, agar Pilkada 2020 terlaksana dengan baik,” ujar politisi PKB ini.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo H. Subandi

Dalam klausul Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), angka yang disodorkan TAPD Sidoarjo hanya sebesar Rp 45 miliar, sama seperti nilai KUA-PPAS 2019 yang dibahas DPRD Sidoarjo periode 2014-2019.

Padahal untuk kebutuhan Pilkada Sidoarjo, dibutuhkan angka Rp 77 miliar dari pengajuan yang di sepakati Rp 61,7 miliar, kekurangan Rp 15,7 milliar.

“Tanggal 7 ada surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan standart honor badan adhoc kita. Menindaklanjuti surat itu setelah dihitung ulang, kebutuhan untuk Pelaksanaan Pilkada sebesar Rp 77 miliar,” ujar M.Iskak ketua KPU Sidoarjo.

Namun begitu, Iskak memiliki keyakinan, jika anggaran Pilkada nanti tetap bisa ditambah antara TAPD dengan Banggar DPRD Sidoarjo. Penyesuaian gaji KPPS yang sekarang naik 64 persen. Jadi sekarang kebutuhan total Rp 77 Milliar.

“Untuk kebutuhan honor penyelenggara saja, mulai PPK, PPS hingga KPPS jika Rp 61 milliar tentu tidak cukup karena ada penyesuai gaji yang naik. Gaji PPK awalnya Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,8 juta, dan seterusnya sampai ditingkat paling bawah KPPS gaji awalnya Rp 500 ribu anggota, Rp 550 ribu untuk ketua, menjadi Rp 800 ribu untuk anggota dan ketua Rp 900 ribu untuk ketua,” pungkas Iskak

Sementara itu dalam rapat hearing antara jajaran kepolisian – KPU dan DPRD Sidoarjo, berbagai hal dibahas termasuk dana pengamanan pelaksanaan Pilkada 2020.

Kombespol Zain Dwi Nugroho Kapolresta Sidoarjo meminta setiap gudang KPU dapat dilengkapi dengan Kamera CCTV. Hal sebagai antisipasi agar ketika ada orang yang mau berbuat jelek dapat direkam dengan jelas.

“Kami meninta ada CCTV baik di gudang KPU atau di setiap kecamatan yang dijadikan tempat penghitungan. Ini agar Pilkada besok itu aman, lancar dan damai,” pintahnya.

Mendapat berbagai masukan ini, Ketua DPRD Sidoarjo H Usman, meminta setiap usulan yang disampaikan itu disampaikan secara tertulis.

“Agar usulan ini kami bisa memperjuangkan saat rapat anggaran. Kami pun sepakat dalam pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan dengan aman dan lancar,” terang Usman. (ADV/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.