Cakrawala News
Portal Berita Online

KKN UndipTampilkan Virtual Kuda Lumping dan Guyon Maton

0 210

SEMARANG, CAKRAWALA.CO – Adanya pembatasan sosial dan fisik akibat pandemi covid 19, tidak menyurutkan semangat para pegiat seni di Kampung Jurang Belimbing, Semarang, dalam melakukan aktifitas kesenian. Didukung oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Undip, para pegiat seni Jurang Belimbing menggelar pementasan atau pagelaran seni kuda lumping dan guyon maton.

Triyono, SH., M.Kn, pembimbing KKN Tematik Undip, Selasa (15/9) menjelaskan pementasan kesenian rakyat tersebut difasilitasi tim KKN yang kini sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di kampung Jurang Belimbing. Warga Jurang Belimbing hingga kini masih mempertahankan seni budaya tradisional yang pernah dirintis para pendahulunya, seperti karawitan, ketoprak, maupun kuda lumping.

“Sebagai wujud ikut melestarikan kesenian yang memiliki nilai kearifan lokal tersebut, meski ada hambatan pandemi ccvid 19, Undip tetap menggelar KKN Tematik di kampung seni ini. Jika tahun sebelumnya pementasan digelar di panggung terbuka, kali ini pementasan yang diselenggarakan Sabtu (5/9 dan 12/9), digelar melalui media daring atau virtual”, kata Triyono.

Menurut Triyono, aksi kuda lumping ditampilkan oleh para pegiat seni yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi. Sedangkan kesenian guyon maton menampilkan para pemain ketroprak “Sri Mulyo”, yang juga besutan warga Jurang Belimbing.

Pementasan kesenian kuda lumping “Turonggo Tunggak Semi” di kampung tematik seni budaya Jurang Belimbing, Tembalang, Kota Semarang (Foto : Syam)

“Undip memberikan apresiasi atas dedikasi masyarakat Jurang Belimbing, karena meski tinggal di perkotaan mereka bersedia “nguri uri” atau melestarikan kebudayaan dan seni”, ungkap Triyono.

Selain mendirikan ketoprak” Sri Mulyo” dan kuda lumping “Turonggo Tunggak Semi”, sebagian warga Jurang Belimbing juga memiliki keahlian melukis kaligrafi dan mereka membentuk komunitas yang diberi nama “Nil Nal Muna” dan “Grafida” (Gerakan Kaligrafi Pemuda). Anak-anak remaja giat berlatih karawitan dengan membentuk komunitas “Budi Laras”. Para pemudanya juga aktif berhimpun dalam wadah “Ikada” (Ikatan Kawula Muda) Jurang Belimbing. Karena telah melestarikan dan warganya aktif mengembangkan seni dan budaya, walikota Semarang menganugerahi Jurang Belimbing sebagai Kampung Tematik Seni Budaya.

Koordinator Desa Tim KKN Tematik, Tomi Ahmad Maulana, menyatakan pementasan kuda lumping dan guyon maton tidak hanya menampilkan aksi para pegiat seni Jurang Belimbing, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif sebanyak 31 mahasiswa peserta KKN Tematik Seni Budaya. Para mahasiswa berbagi tugas, baik sebagai penghubung para seniman dan pawang kuda lumping, mengagendekan jadwal latihan, maupun tim photografi dokumentasi. Mahasiswa juga ikut tampil dalam guyon maton bertema covid 19 dengan judul “Jagratara Saka Sengkolo”.

“Tiga orang anggota tim KKN juga ikut beraksi dalam guyon maton untuk menghibur masyarakat yang kini sedang prihatin menghadapi ancaman covid 19”, kata Tomi.

Acara pementasan dan proses perekaman atraksi kuda lumping dan guyon maton berlangsung lancar. Karena ada pembatasan fisik dan sosial akibat pandemi corona, pementasan disaksikan penonton terbatas, dan melaksanakan protokol kesehatan.

Triyono, SH.M.Kn, dosen pembimbing KKN Tematik Undip. (Foto : Syam)

“Pementasan dari awal hingga selesai yang diselenggarakan di lapangan RW IV, direkam, dan selanjutnya hasil rekaman ditayangkan secara virtual di media sosial, sehingga bisa ditonton oleh seluruh warga,” ungkap Triyono.

Untuk mendukung kegiatan berkesenian dan berwirausaha, Tim KKN Undip juga mengadakan pelatihan teknik sablon dan memberikan bantuan peralatan sablon kaos dan printer design untuk “Ikada”. Sedangkan komunitas karawitan mendapatkan bantuan peralatan gamelan, seperti kempul, kenong dan saron. Untuk pegiat kuda lumping diserahkan bantuan sound sistem berupa mixer 24 chanel dan amply power 35 ampere.

Ketua RW IV Jurang Belimbing, Tembalang, Supriyanto menyatakan bersyukur atas terselenggaranya pementasan kuda lumping dan goyon maton yang diprakarsai Tim KKN Tematik Undip dan mengucapkan terima kasih atas bantuan peralatan untuk mendukung kegiatan kesenian warga Jurang Belimbing.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Undip, karena sudah memotivasi warga dan ikut mengembangkan seni budaya, sehingga kesenian di kampung Jurang Belimbing ini hingga kini tetap eksis. Mudah-mudahan KKN Tematik ini bisa dilanjutkan, sehingga bisa mempromosikan kampung seni budaya Jurang Belimbing sebagai destinasi atau tujuan wisata di Kota Semarang”, kata Supri (Syam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.