Cakrawala News
Portal Berita Online

KKN Undip Selenggarakan Sarasehan Deteksi Stunting dan Perlindungan Hak Anak

PATI, JAWA TENGAH, CAKRAWALA.CO -KKN Undip Tim 1 Tahun 2020 di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati, menyelenggarakan sarasehan deteksi stunting dan perlindungan hak anak. Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (12/1), di Kantor Kecamatan Wedarijaksa tersebut menampilkan narasumber Dyah Wijaningsih dan Cahya Tri Purnami, dari Universitas Diponegoro.

Sarasehan dibuka Camat Wedariksa, Suharyanto dan dihadiri perwakilan kader posyandu, pengurus PKK, perangkat desa dan bidan desa dari 10 desa di wilayah Kecamatan Wedarijaksa.

Dyah Wijaningsih kepada cakrawala.co mengatakan kegiatan pendampingan deteksi dan pencegahan stunting serta perlindungan hak anak sangat penting, karena merupakan hak dasar anak untuk hidup mulai sejak dalam kandungan sampai dilahirkan. “Hak tersebut adalah kebutuhan anak dan dipayungi oleh Undang-undang”, kata Dyah.

Bagaimana dengan stunting di Kabupaten Pati, Dyah yang juga dosen Hubungan Masyarakat di Fakultas Hukum Undip tersebut mengungkapkan di daerah ini laporan kasus stunting masih signifikan jumlahnya. “Hasil validasi kasus stunting di Kabupaten Pati oleh Dinas Kesehatan Kabuipaten Pati 2019, ditemukan stunting sebanyak 3.134 kasus,” ungkap Dyah.

Lebih lanjut Dyah mengungkapkan stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi pada waktu yang lama. “Pada masa yang akan datang anak tersebut menjadi tidak produktif dan menjadi beban keluarga maupun negara”, tegas Dyah.

Dalam rangka membantu mencegah kasus stunting di Kabupaten Pati tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan dan mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 1 Tahun 2020 Kecamatan Wedarijaksa melaksanakan kegiatan pendampingan dalam deteksi stunting dan perlindungan hak anak.

Camat Wedarijaksa, Suhariyanto menyambut baik kegiatan yang diprakarsai tim KKN Undip ini. Suharyanto menyatakan pentingnya semua kader memantau gizi balita terutama balita yang mengalami masalah gizi dan mendapatkan makanan tambahan, agar memastikan makanan tambahan tersebut dikonsumsi dengan benar.

“Disamping itu diingatkan kembali pentingnya pencatatan dan pelaporan data hasil pelayanan di posyandu baik pada ibu hamil maupun balita sehingga saat dibutuhkan data tersedia,” kata Suharyanto.

Sementara itu Cahya Tri Purnami menyatakan perlunya pemantauan tumbuh kembang balita melalui pengukuran berat badan, tinggi badan dan umur. Menurut dosen Fakuktas Kesehatan Masyarakat Undip tersebut diperlukan upaya pencatatan dan dokumentasi hasil pelayanan di posyandu yang tepat, akurat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menentukan status gizi pada balita.

“Pelaporan status gizi balita yang cepat dan tepat dari para kader posyandu akan menjamin ketepatan dalam tindaklanjut upaya mencegah dan mengatasi stunting,” tutur Cahya.

Dalam sarasehan tersebut juga diberikan buku saku mengenai deteksi stunting dan perlindungan hak anak kepada para peserta sarasehan.

Peserta Sarasehan menyatakan penjelasan yang disampaikan nara sumber memberikan pencerahan dan buku yang dibagikan tersebut bermanfaat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada adik adik Tim KKN yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kami,” kata Rahayu Widyastuti, bidan dari Desa Kepoh. (Syam)

%d bloggers like this: