Cakrawala News
Portal Berita Online

Kisah Pilu Pengantin Wanita di Sragen Dan Keluarganya Meninggal Usai Pernikahan Lantaran Covid-19.

0 67

 

SRAGEN CAKRAWALA.CO,-Seorang pengantin perempuan di Sragen, Jawa Tengah berinisial LD (28) meninggal dunia pada Kamis (5/11/2020) setelah menggelar pesta pernikahan. Satu hari sepeninggal LD, sang ibu menyusul meninggal dunia, Jumat (6/11/2020) pagi. Tiga hari kemudian, giliran sang ayah yang meninggal Setelah sempat Dirawat di RSUD Gemolong karena terinfeksi Covid-19.

 

 

Kisah pernikahan berujung pilu yang digelar Pak Modin di Desa Wonorejo Kalijambe Sragen berinisial S (60) menghadirkan duka.Setelah putrinya atau pengantin perempuan berinisial LD (28) meninggal dan istrinya berinisial S (57) meninggal dunia SECARA beruntun, Pak Modin pria paruh baya juga menyusul meninggal dunia Senin (9/11/2020). Almarhum sempat dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pukul 16.30 WIB.

 

ads bukopin

Kabar kepergian Pak Modin dibenarkan beberapa warga sekitar.“Almarhum dibawa ke rumah sakit Gemolong. Setelah putrinya meninggal, lalu istrinya meninggal, Mbah Modin kondisinya langsung drop. Petang tadi kami dapat kabar beliau meninggal dunia,” ungkap YN, salah satu warga Senin (9/11/20).

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menjelaskan, pengantin perempuan berinisial LD merupakan putri pasangan SD (60) dan S (57). LD selama ini bekerja di Jakarta sebagai seorang tenaga kesehatan. Ia tiba di Sragen pada 22 Oktober 2020 untuk melangsungkan pernikahan. Adapun pesta pernikahan digelar pada 24 Oktober 2020. “Sumber penularannya dari pelaku perjalanan karena LD datang dari Jakarta,” kata Hargiyanto.

 

Setibanya dari Jakarta, LD sempat mengeluh sakit. Ia sempat memeriksakan diri ke dokter. Namun, lantaran hendak menikah sebentar lagi, LD menolak dirawat inap. “Akhirnya disuruh mondok (rawat inap) tetapi dia tidak mau karena mau menikah. Hajatan itu digelar tanggal 24 Oktober 2020,” kata Kepala Desa Wonorejo Edi Subagjo.

 

Hingga akhirnya pernikahan tetap dilangsungkan secara sederhana pada Sabtu (24/10/20). Dua hari kemudian, LD pergi ke Wonogiri untuk acara ngunduh mantu. Namun, ia harus dibawa ke RSUD Moewardi Solo karena sakitnya tak tertahankan. “Kemudian diisolasi karena terkait Covid-19,” ujarnya

 

Tidak hanya LD, ayah dan ibu pengantin wanita tersebut pun mengalami keluhan hingga ikut dirawat di RS. Baca juga: Derita Orang tua yang Kehilangan 3 Anak Mereka Secara Misterius: Kami Cari dari Pagi sampai Malam

LD sempat menjalani perawatan selama kurang lebih dua pekan, tetapi nyawanya tak dapat diselamatkan. LD meninggal dunia pada Kamis (5/11/20). Satu hari berselang atau pada Jumat (6/11/2020), ibu pengantin perempuan tersebut meninggal dunia. Tiga hari selanjutnya pada Senin (9/11/2020) sang ayah yang dirawat di RSUD Soeratno Gemolong ikut tiada. Dalam waktu berurutan, tiga anggota keluarga pengantin itu meninggal dunia karena Covid-19. “Jadi tiga orang meninggal dunia karena terpapar Covid-19,” kata Edi.

Menyusul meninggalnya satu keluarga tersebut, Dinas Kesehatan segera melakukan tracing. Tracing terutama menyasar pengantin pria yang berkontak erat setelah istri dan mertuanya meninggal dunia. Kemudian, 113 tamu hajatan harus menjalani tes swab. Tak hanya itu, sembilan orang perangkat desa juga harus melakukan tes swab untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.