Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kisah Perjalanan Eks Pengungsi Afghanistan 20 Tahun Cari Suaka 2 Meninggal Dunia (3)

Inilah 2 keluarga eks pengungsi Afghanistan yang mencari suaka selama 20 tahun (foto: pribadi)

Inilah kisah perjalanan eks pengungsi Afghanista, ini dicerikatan langsung Jacob pamannya, almarhum Sajad korban yang bakar diri. Karena protes terhadap PBB. Karnea 20 tahun mereka mencari suaka tapi tidak ada kepastian atas status mereka

MANADO.SULUT.CAKRAWALA.CO,- Saat di Bali menurut Jacob, perjalanan dengan kapal sudah siap dengan sekitar 100 penumpang lainnya yang sebagian besar penumpang kapal adalah orang Afganistan.  Ketika kami sudah menaiki kapal tersebut, orang yang membawa kami, turun dari kapal dengan alasan barang yang tertinggal. Sebelum dia kembali naik ke kapal, kapal pun mulai berjalan.

Orang tersebut tertinggal dengan membawa semua dokumendokumen milik kami. Kendati kami mencoba menjelaskan kepada kapten kapal untuk menunggu orang tersebut. Tetapi kapten tersebut tidak memahami bahasa kami, terjebak di dalam kapal yang tujuannya entah kemana, bahkan tanpa dokumen-dokumen.

Selama tujuh hari dikapal, istri saya melahirkan anak ke-3 kami yaitu Yahya. Tiga hari kemudian mesin kapal tersebut rusak. 2 hari kami terjebak di tengah laut diterpa arus ombak kesana kemari. Akhirnya sebuah daratan mulai terlihat, kami mulai mendayung pelan-pelan kapal tersebut ke daratan .

Semakin dekat ke daratan, perahu-perahu kecil mulai terlihat, perahu para nelayan membantu kami menuju daratan tersebut. Yang kami ketahui kemudian merupakan pulau Sumbawa Barat.

Kami tiba di pulau tersebut pada pagi hari, melanjutkan perjalanan. Menunggu di pesisir pantai. Singkat cerita, pada sore harinya petugas keamanan setempat tiba. Mereka datang bersama 3 orang asing (orang barat). Beberapa pertanyaan diajukan tentang tujuan kami. Dan kami pun menjelaskan bahwa tujuan kami adalah Australia serta sedang menunggu kapal, kami selesai diperbaiki untuk melanjutkan perjalanan.

Mereka melarang kami melanjutkan perjalanan karena bahaya ombak besar. Saya menyampaikan tentang keadaan istri saya yang baru habis melahirkan sehingga saya, istri saya bersama putra kami dibawa ke puskesmas terdekat. Sedangkan penumpang lainnya dibawa dengan bus ke Sumbawa Besar. Istri saya di rawat inap satu malam. Kemudian keesokan harinya kami dibawa ke Sumbawa Besar menyusul penumpang lainnya termasuk sisa keluarga saya.

Dari total penumpang kapal sekitar 40 orang telah melarikan diri dari pesisir pantai di Pulau Sumbawa Barat, sekitar 40 orang lainnya memiliki dokumen lengkap dan sebagian besar adalah orang Irak.  Sehingga diizinkan melanjutkan perjalanan oleh petugas keamanan. Sisanya sekitar 27 orang termasuk sepuluh orang anggota keluarga saya dan kakak saya. Serta 2 keluarga lainnya merupakan orang Irak berjumlah 5 orang sedangkan 12 orang lainnya adalah orang afganistan seperti kami.

Di Sumbawa Besar, kami tinggal di sebuah masjid yaitu Masjid Syuhada yang terletak di sebelah kantor polisi selama 10 hari. Sampai pada akhirnya datang utusan dari IOM, kami melakukan registrasi dan kemudian di bawa ke community house. (bersambung) dianra