Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Kisah Perjalanan Eks Pengungsi Afghanistan 20 Tahun Cari Suaka 2 Meninggal Dunia (2)

Dua keluarga eks pengungsi Afghanistan (foto.pribadi)

Kisah perjalanan eks pengungsi Afghanistan, ini diceritakan langsung Jacob pamannya , almarhum Sajjad yang meninggal karena bakar diri. Sajjad bakar diri karena protes terhadap PBB, yang 20 tahun mereka mencari suaka tapi tidak ada kepastian, atas status mereka.

 

MANADO.SULUT.CAKRAWALA.CO,- Kekuasaan Taliban terus bertambah, pembunuhan terhadap warga sipil mulai terjadi di berbagai daerah di Afganistan. Hingga saat kami mendengar tentang penyerangan di Mazari Sharif.  Salah satu korbannya adalah adik saya, yang bernama Kurban di tembak mati oleh Taliban serta ayah saya di penjarakan tanpa alasan yang jelas.

Informasi ini kami dapatkan dari adik saya yang satu lagi bernama Ali Guhar, dia berhasil melarikan diri saat penyerangan terjadi, dan segera menuju Kabul untuk memberi tahukan kepada kami tentang penyerangan ini. Dia menyuruh kami untuk segera melarikan diri secepatnya,  karena keluarga kami menjadi buronan Taliban. Taliban membunuh setiap orang yang mereka  anggap tidak sepaham dengan mereka.

Secepatnya  kami sekeluarga  melarikan diri dengan mobil menuju  Qarabaghi Ghazni, Afganistan. Untuk alasan keamanan kami melanjukan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pakistan.  Karena pasukan Taliban akan menembak berbagai jenis kendaraan yang bukan dari pihak mereka.

Kami membeli 2 keledai untuk  mempermudah perjalanan, karena anak-anak yang masih kecil. Putri kakak saya baru berumur sekitar 10 bulan, sedang istri saya sedang hamil sekitar 7 bulan. Kami harus berjalan di malam hari agar tidak terlihat pasukan Taliban. Sedangkan di siang hari kami bersembunyi di rumah-rumah warga karena takut tertangkap petugas keamanan. Sekitar sebulan perjalanan, kami akhirnya tiba di sebuah desa kecil di Pakistan bernama Qamaruddin. Lanjut perjalanan kearah Quetta, Pakistan.

Sekitar 1 bulan di Pakistan menetap di Quetta, kami akhirnya bertemu seseorang yang bersedia membantu kami melakukan perjalanan ke Australia, dengan kesepakatan senilai 12 ribu Dollar. Beliau membantu kami menyediakan paspor dan visa untuk keperluan perjalanan. Kami memulai perjalanan dari kota Quetta, Pakistan menuju Karachi, dengan kereta. Kemudian dari Karachi memesan tiket pesawat ke Jakarta Indonesia. Transit di Kuala Lumpur, Malaysia kemudian sampai di Jakarta. Sekitar 10 hari di Jakarta, perjalanan dilanjutkan ke Bali.

Kami tidak terlalu memahami rute yang harus dilalui untuk menuju Australia. Sesuai petunjuk dari orang yang mendampingi kami bahwa dari Bali, kami menggunakan kapal akan singgah di satu kota lagi, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Australia menggunakan pesawat. Saat di Bali perjalanan dengan kapal sudah siap dengan sekitar 100 penumpang lainnya. Dan sebagian besar penumpang kapal adalah orang Afganistan. (bersambung) dianra

Facebook Comments
%d bloggers like this: