Cakrawala News
Portal Berita Online

Kirab Pusaka Untuk Usir Pageblug di Kota Madiun, Dilakukan Sangat Sederhana

0 729

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Untuk pertama kalinya Pemerintah Kota Madiun melaksanakan kirab pusaka peninggalan leluhur Kota Madiun berupa tombak Sidhen Kayon, Gunungan dan Jangkung Amangkurat Emas, untuk menyambut bulan Suro dalam penanggalan Jawa atau bulan Muharram dalam penanggalan Islam, Rabu (11/8/2021) malam.

Kirab pusaka ini sengaja dilakukan malam hari setelah lampu penerangan jalan umum (PJU) dipadamkan pada pukul 20.00 WIB, untuk menghindari kerumunan masyarakat yang ingin menyaksikan. Diikuti oleh Wali  Kota Madiun, Maidi serta melibatkan hanya delapan orang kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Madiun, dan beberapa budayawan.

Menurut Wali Kota Madiun, Maidi, kirab pusaka ini sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya leluhur tanah Jawa, khususnya Kota Madiun. Ini sekaligus upaya Pemerintah Kota Madiun bersama para budayawan Kota Madiun untuk mengusir pageblug atau dalam hal ini pandemi Covid-19 dari Kota Madiun.

Baginya, masyarakat Jawa sejak jaman dahuli telah terbiasa dengan persoalan kemiskinan, perang, bencana alam dan wabah penyakit, kemudian melakukan tirakat untuk melewatinya adalah hal yang biasa dialami dari masa ke masa.

“Jadi, pada bulan Suro banyak orang melakukan tirakat. Dalam penanggalan Islam atau Muharram banyak yang melakukan kegiatan keagamaan, seperti doa bersama. Kirab pusaka peninggalan ini juga sebagai salah satu ikhtiar menjauhkan dari bencana, sekaligus melestarikan budaya,” ujar Wali Kota.

Salah satu cara untuk melestarikan budaya leluhur

Wali Kota menyebut sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan, para pemuka agama seperti Kyai, Ustadz, Pendeta, Romo dan Pastur telah melakukan doa bersama secara virtual untuk Kota Madiun, demikian juga penganut kepercayaan. Tentu saja doa-doa yang dilakukan harus disertai dengan usaha dan ikhtiar. Artinya, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan.

“Dengan segala usaha yang telah dilakukan ini, mulai dari doa bersama secara virtual oleh Kyai, Ustadz, Pendeta, Pastur dan Romo hingga kirab pusaka, diharapkan bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat. Dengan demikian, imun masyarakat akan naik dan bisa terhindar dari paparan Covid-19,” kata orang nomor satu di Kota Madiun ini.

Sementara itu, rute kirab berawal dari kediaman Wali Kota Madiun di Jalan Merpati, keliling jalan protokol Kota Madiun dan berakhir di Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Pahlawan. Dikatakan Maidi, apabila kirab pusaka dilaksanakan saat tidak di tengah pandemi, dirinya yakin bakal lebih meriah dan sakral.

Wali Kota berpesan kepada masyarakat untuk berjuang bersama memerangi pandemi Covid-19. Artinya, semua usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Madiun, maka semuanya harus dibarengi dengan disiplin protokol kesehatan.

“Apa yang diinginkan masyarakat telah kami penuhi. Dari para budayawan pun menginginkan kirab pusaka, oke kita kirab. Maka dari itu tolonglah kita sama – sama berjuang. Dengan kondisi kita masih di PPKM Level 4, ya patuhi yang telah menjadi kebijakan pemerintah,” imbaunya. *(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.