Cakrawala News
Portal Berita Online

Kini Pekerja TPST Desa Siwalanpanji Terlindungi BPJAMSOSTEK

0 119

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO –  Kini hari-hari kerja Suliana, Asmat, Masruhin dan rekannya yang lain berubah lebih semringah. Mereka bisa merasa lebih aman bekerja, saat harus bergelut dengan sampah setiap hari.

Tidak hanya ketiganya, ada sekitar 12 pekerja pemilah dan pengangkut sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Yang merasakan hal serupa para pekerja rentan, Bukan Penerima Upah (BPU) itu, kini terlindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan setelah selama bertahun-tahun bergelut dengan sampah, mereka tak pernah mengenal jaminan sosial.

Kesadaran pentingnya melindungi diri terkait keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), didukung sepenuhnya oleh Kepala Desa Siwalanpanji Achmad Choiron.

“Pentingnya K3 menjadi yang utama. Biasanya, pekerja hanya mendapatkan layanan periksa kesehatan gratis di puskesmas. Sementara bila membutuhkan layanan rumah sakit, mereka harus bayar sendiri. Saat pandemi covid-19, puskesmas menerapkan pembatasan. Akhirnya, para pekerja persampahan berbasis masyarakat sama-sama peduli dan memutuskan untuk bergotong royong,” tegas Achmad Choiron, kepada cakrawala.co, Kamis 12 Mei 2022.

Status mereka hanya pekerja harian lepas yang tak mendapatkan hak penuh seperti pekerja di perusahaan atau pemerintahan. Dengan adanya program Jaminan Sosial BPJAMSOSTEK, angin segar itu akhirnya datang juga.

Mereka sepakat perlu mendapatkan perlindungan yang lebih baik saat petugas Perisai BPJAMSOTEK Sidoarjo melakukan sosialisasi di TPST. Gayung bersambut, Achmad Choiron yang mempunyai background pengurus SPSI sebelum menjabat menjadi Kades merespons dengan cepat kesadaran para pekerja.

“Sosialisasi oleh petugas BPJS, langsung direspons cepat. Pekerja ramai-ramai mendaftarkan diri secara mandiri pada kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kita mendukung sepenuhnya perlindungan pekerja di lingkungan Desa Siwalanpanji,” imbuhnya.

Kini mereka semringah, karena merasa aman dalam bekerja yang faktanya memang penuh risiko. Langkah mereka terasa lebih ringan, meski setiap hari bergelut dengan sampah mulai skala kampung sampai perjalanan ke TPST

Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian. Patut diingat bahwa seluruh pengusaha dan pekerja baik Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, Non Aparatur Sipil Negara, Pekerja Jasa Konstruksi serta Pekerja Migran Indonesia wajib diikutsertakan dalam program BPJAMSOSTEK.

“BPJAMSOSTEK hadir untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dalam memberikan perlindungan atas resiko sosial dan ekonomi, hal ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Deny.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki lima program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kelimanya memiliki segudang manfaat yang dibutuhkan para pekerja demi meningkatkan kesejahteraan. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.