Cakrawala News
Portal Berita Online

Kiat Memproduksi Konten Kebudayaan

0 92

KABUPATEN TASIKMALAYA JABAR CAKRAWALA.CO – Konten menjadi kunci untuk mempromosikan sesuatu, termasuk soal budaya. Indra Ibeng Riady, Pakar marketing digital menjelaskan dalam membuat narasi di media sosial sebenarnya sama dengan mengobrol di dunia offline.

Meskipun nampak satu arah, namun sesungguhnya, media sosial itu tidak melakukan komunikasi satu arah tetapi dua arah. Karena nantinya akan ada yang berkomentar. Maka, sebuah kewajiban para masyarakat digital selalu membuat konten yang positif dan informatif juga berguna.

“Bisa dibayangkan jika membuat konten negatif mengandung perilaku buruk seperti menghujat. Nanti selain kita akan dihujat balik kolom komentar kita juga akan dipenuhi dengan kata-kata negatif,” ungkapnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021).

Saat membuat konten terutama untuk kebudayaan, gunakan kata-kata yang tidak membosankan. Menjadi seseorang yang menyenangkan seperti mengobrol bersama teman. Indra menyebut, gunakan kata yuk, ayo lebih persuasif.

“Untuk menjual produk bahasa yang digunakan harus persuasif tidak seperti jualan namun mengajak untuk melakukan sesuatu. Biasanya cara itu cenderung berhasil ketimbang menyuruh membeli,” tuturnya.

Secara visual, harus tertata rapih agar mudah dibaca dan tidak membingungkan. Biasanya dengan layar hitam lalu tampilkan sosok kemudian tulisan. Layaknya sebuah meme tetapi ini lebih serius.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (21/9/2021) juga menghadirkan pembicara Herman Pasha (trainer development people), Oktora Irahadi (CEO Infina), Muhammad Agreindra Helmiawan (Dosen STIMIK Sumedang), dan Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.